Kasus Pembakaran Bendera PDIP Perlu Dibuat Terang Benderang

Jum'at, 26 Juni 2020 - 17:53 WIB
loading...
Kasus Pembakaran Bendera...
Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai kasus pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) perlu dibuat terang benderang. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum Pidana dari Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad menilai kasus pembakaran bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) perlu dibuat terang benderang. Adapun pembakaran bendera PDIP itu terjadi dalam aksi unjuk rasa penolakan atas Rancangan Undang-undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu 25 Juni 2020.

"Pembakaran tersebut perlu dibuat terang benderang tentang siapa pelaku dan maksudnya," ujar Suparji kepada SINDOnews, Jumat (26/6/2020). (Baca juga: Bamusi Sebut Penuduh PDIP Komunis Salah Minum Obat)

Namun, kata dia, reaksi yang dilakukan hendaknya proporsional. Menurut dia, banyak kemungkinan dari maksud tindakan pembakaran tersebut.

"Misalnya penyusup dari kelompok aksi tersebut, atau ada pihak yang sengaja memperkeruh suasana, ada pihak yang bermaksud membangun empati terhadap parpol tertentu," katanya.

Dia melanjutkan supaya tidak terjadi berbagai spekulasi maka perlu dilakukan pengusutan oleh aparat penegak hukum. (Baca juga: PDIP dan Kelompok Penolak RUU HIP Diminta Tak Terlalu Reaksioner )

"Jika memang ada laporan atas peristiwa tersebut dapat mengumpulkan alat bukti, sehingga menjadi terang benderang," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ferdinand Hutahaean:...
Ferdinand Hutahaean: Jokowi Khianati Prabowo Demi Ambisi Politik Keluarga di 2029
PDIP Kembali Tegaskan...
PDIP Kembali Tegaskan Posisinya Jadi Mitra Strategis Pemerintah: Kami Tidak Nyinyir
PDIP Soroti Perlindungan...
PDIP Soroti Perlindungan Hukum Pihak Ketiga dalam RUU Perampasan Aset
Hasto Ingatkan Komitmen...
Hasto Ingatkan Komitmen Partai ke Kader: Kemanusiaan Jauh di Atas Politik Elektoral
Momen Megawati Rayakan...
Momen Megawati Rayakan Ultah ke-79 Bareng Keluarga dan Sahabat di Istana Batu Tulis
Hari Kedua Rakernas...
Hari Kedua Rakernas PDIP, Megawati Bakal Beri Pandangan ke Kader secara Tertutup
Dua Legislator PDIP...
Dua Legislator PDIP Desak Kementerian PU Tegur Kontraktor Sekolah Rakyat di Muncar
Banteng Muda Indonesia...
Banteng Muda Indonesia Galang Dana Bantu Korban Banjir Bali dan NTT
Begini Cara BMI Perkenalkan...
Begini Cara BMI Perkenalkan Sosok Presiden ke-1 RI Soekarno kepada Generasi Muda
Rekomendasi
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved