IPW: Selama Tiga Hari Polisi Menutupi Tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat
Senin, 11 Juli 2022 - 22:20 WIB
loading...
Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso meminta Polri terbuka atas tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indonesia Police Watch ( IPW ) meminta Polri terbuka atas tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, ajudan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo . Hal itu perlu dilakukan karena Polri terkesan menutupi peristiwa tersebut.
Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso mengatakan, peristiwa tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat terjadi pada Jumat 8 Juli 2022. Namun, selama tiga hari kasus tersebut tidak dibuka ke publik.
"Peristiwa tragis tewasnya Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat dikabarkan terjadi pada Jumat 8 Juli 2022 sekitar 17.00 WIB. Selama tiga hari, kasus itu masih ditutup rapat oleh Polri yang memiliki slogan Presisi," kata Sugeng dalam keterangan tertulis, Senin (11/7/2022).
Baca juga: IPW Desak Kapolri Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam
Untuk mengungkap peristiwa tersebut, IPW meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Pencari Gabungan Pencari Fakta atas tewasnya Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat. Hal itu untuk mengungkap apakah Brigadir Nopryansah menjadi korban penembakan terkait adanya ancaman bahaya terhadap Kadivpropam Irjen Ferdy Sambo atau adanya motif lain.
Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso mengatakan, peristiwa tewasnya Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat terjadi pada Jumat 8 Juli 2022. Namun, selama tiga hari kasus tersebut tidak dibuka ke publik.
"Peristiwa tragis tewasnya Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat dikabarkan terjadi pada Jumat 8 Juli 2022 sekitar 17.00 WIB. Selama tiga hari, kasus itu masih ditutup rapat oleh Polri yang memiliki slogan Presisi," kata Sugeng dalam keterangan tertulis, Senin (11/7/2022).
Baca juga: IPW Desak Kapolri Bentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam
Untuk mengungkap peristiwa tersebut, IPW meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk Tim Pencari Gabungan Pencari Fakta atas tewasnya Brigpol Nopryansah Yosua Hutabarat. Hal itu untuk mengungkap apakah Brigadir Nopryansah menjadi korban penembakan terkait adanya ancaman bahaya terhadap Kadivpropam Irjen Ferdy Sambo atau adanya motif lain.
Lihat Juga :