Kelaparan saat Peristiwa Malari, Jenderal Kopassus Ini Perintahkan Luhut Panjaitan Cari Makanan

Senin, 11 Juli 2022 - 06:00 WIB
loading...
A A A
"Waduh, bagaimana ini, anggota kan sudah pada pulang semua dan sebagian besar anggota kan tinggal di luar asrama," gumam Perwira Pertama RPKAD ini saat meninggalkan ruangan Danjen. Tapi ia harus bergerak cepat. Soegito segera memanggil seluruh perwira untuk segera mengumpulkan anggota, sedapatnya. Kapten Inf Adrian Sitorus, Kapten Inf Bambang Mulyanto, Kapten Inf Lubis, Lettu Inf Luhut Panjaitan, dan Lettu Inf Istarto segera menghadap.

Mereka berhasil mengumpulkan sekitar 100 anggota. Setelah melakukan persiapan dan menyiapkan senjata, mereka sudah bersiap berangkat. Soegito masih sempat pulang untuk makan siang dan mengambil radio 4 band Phillips kebanggaannya. Sekitar pukul 4 sore, iring-iringan truk meninggalkan markas Kopassandha di Cijantung.

Tidak langsung ke Senen, sesuai perintah Danjen, pasukan bergerak ke Merdeka Barat untuk menemui Pangdam Jaya Mayjen Gustaf Henrik Mantik. Seperti halnya Danjen, perintah yang diterima Soegito dari Pangdam juga masih kabur. "Cepat atasi di Senen, jangan sampai bakar-bakar," perintah Pangdam. Soegito mencoba meminta kejelasan, apa yang harus dilakukannya. "Terserah Jullie lah," katanya dengan gaya Belanda.

Pasukan pun langsung bergerak ke arah Senen. Ternyata di sana massa sudah berkumpul sangat banyak, berbaur antara mahasiswa dan rakyat. Melihat dinamika di lapangan ini, Soegito segera membagi kekuatannya yang tidak seberapa itu. Ada yang tetap di Senen, sementara yang lain disebar ke arah Salemba dan Patung Tani. Memang penumpukan massa terjadi di tiga titik itu. Dengan mengonsentrasikan pasukannya di tiga titik itu, Soegito berharap bisa melokalisir kerusuhan sehingga tidak merembet ke tempat yang lain. Soegito dengan beberapa anggota dan carakanya mengambil posisi di tengah-tengah, di pertigaan Senen.

Sejumlah banguan terlihat sudah mengepulkan asap. Sore itu Jakarta terasa terlalu cepat gelap karena ditutupi asap kebakaran. Dalam kekacauan itu, tiba-tiba datang seseorang sambil tergopoh-gopoh dengan raut muka pucat. Ia ternyata pemilik showroom mobil Astra, minta tolong supaya gedungnya bisa diamankan karena hendak dibakar massa.

Mantan Pangdam Jaya ini tidak segera menjawab, karena bingung pasukan mana yang harus digerakkannya. Ia hanya dengan beberapa anggotanya di perempatan Senen itu. "Nanti sajalah," jawab Soegito tegas, sebelum salah seorang sersan anggotanya berinisiatif menolong.

Sersan itu dan beberapa rekannya segera lari ke arah showroom. Soegito melihat dari kejauhan aksi anak buahnya itu melepaskan beberapa kali tembakan ke atas untuk membubarkan massa yang ingin membakar gedung tersebut. "Hebat sersan itu walau agak ngawur," puji Soegito.

Pasukan Kopassandha menghabiskan malam itu di sekitaran Senen sambil berjaga-jaga. Karena terburu-buru, Soegito lupa membawa radio komunikasi. Alhasil ia tidak bisa menghubungi siapa pun untuk berkoordinasi, termasuk ke Mako Kopassandha di Cijantung. Guna mengefektifkan koordinasi dan menghindari tindakan yang keliru, Soegito memerintahkan carakanya untuk menyampaikan informasi yang diperlukan baik ke Cijantung maupun ke Garnisun di Gambir.

Karena tidak bisa berkomunikasi ke Cijantung, sampai malam itu pasukan Kopassandha sama sekali tidak mendapat dukungan logistik. Ia sadar betul, pasti saat itu sebagian besar anggotanya sudah kelaparan karena sejak sore belum mendapat ransum. Mau minta ke Kodam atau ke Mabes ABRI, hari sudah gelap sehingga tidak tahu siapa yang bisa membantu dalam kondisi panik seperti itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aksi Heroik Pilot Marinir...
Aksi Heroik Pilot Marinir yang Gugur Ditembak demi Selamatkan Kopassus Di Timtim
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pangdivif 1 Kostrad...
Pangdivif 1 Kostrad Mayjen TNI Fikri Musmar Pimpin Sertijab Danyonkav 1 Kostrad
750 Yonif Teritorial...
750 Yonif Teritorial Pembangunan, Strategi TNI Menghadapi Ancaman Baru
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
Gandeng TNI, Kemendikdasmen...
Gandeng TNI, Kemendikdasmen Percepat Rekonstruksi Sekolah Terdampak Bencana di Aceh
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Rekomendasi
Benarkah Song Joong...
Benarkah Song Joong Ki dan Katy Louise Saunders Cerai? Ini Faktanya
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Berita Terkini
Mendagri Ingatkan Kepala...
Mendagri Ingatkan Kepala Desa Jaga Integritas dan Kuasai Manajemen Pemerintahan
Presiden Prabowo Diundang...
Presiden Prabowo Diundang ke Teheran oleh Pemerintah Iran
Roy Suryo Klaim Tak...
Roy Suryo Klaim Tak Rusak Dokumen Ijazah Jokowi: Sampai Sekarang Masih Bisa Diakses Publik
LPSK Tolak Justice Collaborator...
LPSK Tolak Justice Collaborator Eks Waka BGN Sony Sonjaya di Kasus Korupsi MBG, Ini Alasannya
Panji Bangsa Siap Terdepan...
Panji Bangsa Siap Terdepan Amankan Harlah ke-28 PKB
Ketua KPK Akui Berkomunikasi...
Ketua KPK Akui Berkomunikasi dengan Jaksa Agung, Supervisi Kasus Febrie Adriansyah Mulai Berjalan
Infografis
3 Pangdam Lulusan Akmil...
3 Pangdam Lulusan Akmil 1996, Semuanya Jenderal Kopassus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved