Hari Raya Idul Adha, Sekum Muhammadiyah: Ibadah Kurban Sarana Memuliakan Hidup Manusia
Sabtu, 09 Juli 2022 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
"Maka di ibadah kurban ini kita diberikan tuntunan untuk tidak hanya menjadi manusia yang utama, tetapi juga harus memuliakan umat manusia, sehingga penyembelihan Ismail yang diganti dengan domba itu mengandung pesan penting di dalamnya, betapa kita ini harus memuliakan kehidupan manusia dan memberikan hak hidup kepada semua umat manusia. Dan inilah yang saya kira penting dalam kehidupan kita," katanya.
Menurutnya, banyaknya jamaah yang hadir dalam salat Idul Adha menandakan bahwa umat Islam di Indonesia adalah masyarakat yang patuh dan taat menjalankan ajaran agamanya. "Ini juga menjadi tanda kebahagian karena paling tidak selama dua tahun pelaksanaan salat Idul Adha dan Idul Fitri tidak dapat ditunaikan di tempat terbuka secara massal seperti ini. Karena itu, maka kelandaian Covid ini ditandai oleh masyarakat dengan rasa syukur dengan mereka menjalankan salat," katanya.
Baca juga: Haedar Nashir: Inti dari Idul Adha Adalah Jiwa dan Semangat Berbagi
Pelaksanaan salat Idul Adha yang berlangsung di JIEP kali ini juga berjalan dengan baik dan tertib. "Alhamdullilah juga sebagaimana kita saksikan, jamaah tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap mengenakan masker. Kemudian tetap menjaga kebersihan, memakai masker menjaga jarak serta mencuci tangan dan berbagai hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan," katanya.
Abdul Mu'ti juga berpesan kepada masyarakat dan umat Islam lainnya yang sedang merayakan Hari Raya Idul Adha untuk tidak terlalu berlebihan dikarenakan masih dalam suana pandemi Covid-19. "Ada kegembiraan tetapi tidak ada euforia yang berlebihan, ini saya kira penting karena Covid-19 belum berakhir tetapi mungkin hampir berakhir. Mudah-mudahan dengan kita berdoa kepada Allah dan berusaha menggunakan prosedur ilmiah dan yang lainnya, mudah-mudahan Covid-19 ini bisa berlalu dan kembali beraktivitas seperti biasa," katanya.
Menurutnya, banyaknya jamaah yang hadir dalam salat Idul Adha menandakan bahwa umat Islam di Indonesia adalah masyarakat yang patuh dan taat menjalankan ajaran agamanya. "Ini juga menjadi tanda kebahagian karena paling tidak selama dua tahun pelaksanaan salat Idul Adha dan Idul Fitri tidak dapat ditunaikan di tempat terbuka secara massal seperti ini. Karena itu, maka kelandaian Covid ini ditandai oleh masyarakat dengan rasa syukur dengan mereka menjalankan salat," katanya.
Baca juga: Haedar Nashir: Inti dari Idul Adha Adalah Jiwa dan Semangat Berbagi
Pelaksanaan salat Idul Adha yang berlangsung di JIEP kali ini juga berjalan dengan baik dan tertib. "Alhamdullilah juga sebagaimana kita saksikan, jamaah tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap mengenakan masker. Kemudian tetap menjaga kebersihan, memakai masker menjaga jarak serta mencuci tangan dan berbagai hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan," katanya.
Abdul Mu'ti juga berpesan kepada masyarakat dan umat Islam lainnya yang sedang merayakan Hari Raya Idul Adha untuk tidak terlalu berlebihan dikarenakan masih dalam suana pandemi Covid-19. "Ada kegembiraan tetapi tidak ada euforia yang berlebihan, ini saya kira penting karena Covid-19 belum berakhir tetapi mungkin hampir berakhir. Mudah-mudahan dengan kita berdoa kepada Allah dan berusaha menggunakan prosedur ilmiah dan yang lainnya, mudah-mudahan Covid-19 ini bisa berlalu dan kembali beraktivitas seperti biasa," katanya.
(abd)
Lihat Juga :