Gelar Pertemuan, Ini Tiga Kesepakatan Kiai Sepuh NU soal Covid-19 di Pesantren
Jum'at, 26 Juni 2020 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Soal risiko terjadinya klaster baru pada pondok pesantren yang kembali beraktivitas, Yahya Cholil Staquf menjelaskan bahwa protokol kesehatan telah diterapkan dengan ketat di pondok pesantren bersangkutan.
"Dimulai isolasi mandiri santri sebelum ke pondoknya, juga rapid test yang banyak dilakukan ponpes secara mandiri. Kita jangan hanya bicara klaster, tapi bicaralah tentang dukungan fasilitas kepada pesantren. Itu yang kita upayakan," ujar dia.
(Baca: Anggaran Covid-19 Naik, MUI Usul Santri Gratis Rapid Test)
Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Hasan Mutawakil Alallah menyampaikan, hendaknya pesantren diberikan kebijakan independen apakah pesantren tersebut membuka atau masih menutup aktivitasnya. "PWNU Jawa Timur telah memberikan wewenang otonom kepada masing-masing pesantren apakah membuka atau masih menutup aktivitas pesantrennya," tuturnya.
Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar mengatakan, bagi pesantren yang akan kembali membuka kegiatan belajarnya harus mendapat dukungan semua pihak. "Maka relasi hubungan dengan pemerintah harus saling percaya, saling memberi dan mendukung," papar Pemimpin Tertinggi NU tersebut.
"Dimulai isolasi mandiri santri sebelum ke pondoknya, juga rapid test yang banyak dilakukan ponpes secara mandiri. Kita jangan hanya bicara klaster, tapi bicaralah tentang dukungan fasilitas kepada pesantren. Itu yang kita upayakan," ujar dia.
(Baca: Anggaran Covid-19 Naik, MUI Usul Santri Gratis Rapid Test)
Sebelumnya, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong KH Hasan Mutawakil Alallah menyampaikan, hendaknya pesantren diberikan kebijakan independen apakah pesantren tersebut membuka atau masih menutup aktivitasnya. "PWNU Jawa Timur telah memberikan wewenang otonom kepada masing-masing pesantren apakah membuka atau masih menutup aktivitas pesantrennya," tuturnya.
Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar mengatakan, bagi pesantren yang akan kembali membuka kegiatan belajarnya harus mendapat dukungan semua pihak. "Maka relasi hubungan dengan pemerintah harus saling percaya, saling memberi dan mendukung," papar Pemimpin Tertinggi NU tersebut.
(muh)
Lihat Juga :