Ridwan Kamil: Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia
Jum'at, 26 Juni 2020 - 10:59 WIB
loading...
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberikan keynote speech dalam acara MarkPlus Government Roundtable Series Covid-19: New, Next, Post dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (25/6/20). (Foto: Yogi P/Humas Jabar)
A
A
A
KOTA BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menawarkan kaum milenial dan generasi setelahnya di bawahnya (Gen Z) sukses dengan mengembangkan pertanian. Agrikultur atau pertanian merupakan salah satu sektor paling menjanjikan di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
Terbukti menurut data pertanian merupakan bidang paling tahan diterpa pandemi Covid-19. Di saat sektor lain seperti jasa dan manufaktur pertumbuhannya turun hingga 4 persen, Covid-19 menggerogoti pertumbuhan pertanian hanya 0,9 persen saja atau kurang dari 1 persen.
Kang Emil – sapaan akrab Gubernur— mengatakan bahwa pertanian atau agrikultur yang dipadukan dengan teknologi tepat guna melalui program Desa Digital dapat menjadi masa depan Jabar pasca Covid-19. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat khususnya generasi muda, untuk kembali ke desa tapi dengan pendekatan digital. Selain membuka peluang usaha baru, kembali ke desa juga menghindarkan masyarakat dari penularan penyakit yang berpusat di pusat kota seperti Jakarta.
“Kita lagi kampanye, udahlah jangan ngantor (mencari kerja) di Jakarta lagi, ‘ngantornya’ di Jawa Barat saja jauh dari penyakit, lahannya indah bisa produktif,” ujar Kang Emil, Jum’at (26/6/2020).
“Pelajaran dari Covid-19, kembali ke desa. Tinggal di desa, rezeki kota, bisnisnya mendunia. Itu slogan baru, karena desanya sudah desa digital, jadi tinggal di desa menjauhi penyakit, rezeki kota karena bisa online, dan mendunia karena sudah terkoneksi,” jelasnya.
Terbukti menurut data pertanian merupakan bidang paling tahan diterpa pandemi Covid-19. Di saat sektor lain seperti jasa dan manufaktur pertumbuhannya turun hingga 4 persen, Covid-19 menggerogoti pertumbuhan pertanian hanya 0,9 persen saja atau kurang dari 1 persen.
Kang Emil – sapaan akrab Gubernur— mengatakan bahwa pertanian atau agrikultur yang dipadukan dengan teknologi tepat guna melalui program Desa Digital dapat menjadi masa depan Jabar pasca Covid-19. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat khususnya generasi muda, untuk kembali ke desa tapi dengan pendekatan digital. Selain membuka peluang usaha baru, kembali ke desa juga menghindarkan masyarakat dari penularan penyakit yang berpusat di pusat kota seperti Jakarta.
“Kita lagi kampanye, udahlah jangan ngantor (mencari kerja) di Jakarta lagi, ‘ngantornya’ di Jawa Barat saja jauh dari penyakit, lahannya indah bisa produktif,” ujar Kang Emil, Jum’at (26/6/2020).
“Pelajaran dari Covid-19, kembali ke desa. Tinggal di desa, rezeki kota, bisnisnya mendunia. Itu slogan baru, karena desanya sudah desa digital, jadi tinggal di desa menjauhi penyakit, rezeki kota karena bisa online, dan mendunia karena sudah terkoneksi,” jelasnya.