Lulusan Terbaik AAU, Sekbang, dan Seskoau, Anak Petani Ini Dilantik Jadi Dankosek III
Kamis, 07 Juli 2022 - 18:14 WIB
loading...
A
A
A
Setelah menempuh pendidikan selama empat tahun, Wastum akhirnya lulus dengan hasil sangat memuaskan. Wastum menyandang predikat lulusan terbaik AAU 1996 dan meraih Adhi Makayasa.
”Tidak ada bayangan saya untuk menjadi penerbang tempur. Saya dulu milihnya adalah Paskhas (sekarang Kopasgat) karena saya tahunya itu. Tapi begitu saya lulus menjadi yang terbaik. Alhamdulillah menjadi yang terbaik. Arah hidup saya berubah. Orang mengarahkan saya kamu yang terbaik. Kamu bisa menjadi penerbang. Kamu coba menjadi penerbang tempur. Akhirnya saya tes, dan saya lulus. Alhamdulillah,” katanya.
Wastum pun mulai mengawaki pesawat tempur T50-i Golden Eagle buatan Korea Selatan. Bahkan, pada peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI pada 2014 lalu, Wastum yang juga menyabet lulusan terbaik Sekolah Penerbang (Sekkbang) TNI AU yang saat titu berpangkat Letkol Pnb mengawaki pesawat tempur F-16 memimpin 32 pesawat tempur melakukan fly pass di atas Istana Merdeka, Jakarta.
![Lulusan Terbaik AAU, Sekbang, dan Seskoau, Anak Petani Ini Dilantik Jadi Dankosek III]()
”Saya dulunya hanya pilihan saya sebagai penerbang helikopter. Saya ingin menjadi penerbang helicopter karna tidak sanggup untuk terbang tempur karena apa? Karena tangan saya kasar. Saya itu pecangkul ulung,” tuturnya.
Selama ini, sambung Wastum, dirinya hanya membantu orang tuanya mencangkul di sawah, menyiapkan ladang untuk bertani. Apalagi dirinya merupakan anak lelaki satu-satunya di keluarga. Bahkan, aktivitas kesehariannya itu dilakukan hingga dirinya mengikuti pendidikan di AAU.
“Latar belakang itu saya tidak memilih penerbang tempur. Tapi nasib tidak ada yang tahu, begitu ada pemilihan dari bakat saya, dari terbang saya, nilai saya, saya masuk menjadi penerbang tempur dan itu penerbang F-16 pula. Waktu itu F-16 merupakan yang tertinggi sebelum ada Sukhoi,” ucapnya.
”Tidak ada bayangan saya untuk menjadi penerbang tempur. Saya dulu milihnya adalah Paskhas (sekarang Kopasgat) karena saya tahunya itu. Tapi begitu saya lulus menjadi yang terbaik. Alhamdulillah menjadi yang terbaik. Arah hidup saya berubah. Orang mengarahkan saya kamu yang terbaik. Kamu bisa menjadi penerbang. Kamu coba menjadi penerbang tempur. Akhirnya saya tes, dan saya lulus. Alhamdulillah,” katanya.
Wastum pun mulai mengawaki pesawat tempur T50-i Golden Eagle buatan Korea Selatan. Bahkan, pada peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI pada 2014 lalu, Wastum yang juga menyabet lulusan terbaik Sekolah Penerbang (Sekkbang) TNI AU yang saat titu berpangkat Letkol Pnb mengawaki pesawat tempur F-16 memimpin 32 pesawat tempur melakukan fly pass di atas Istana Merdeka, Jakarta.

”Saya dulunya hanya pilihan saya sebagai penerbang helikopter. Saya ingin menjadi penerbang helicopter karna tidak sanggup untuk terbang tempur karena apa? Karena tangan saya kasar. Saya itu pecangkul ulung,” tuturnya.
Selama ini, sambung Wastum, dirinya hanya membantu orang tuanya mencangkul di sawah, menyiapkan ladang untuk bertani. Apalagi dirinya merupakan anak lelaki satu-satunya di keluarga. Bahkan, aktivitas kesehariannya itu dilakukan hingga dirinya mengikuti pendidikan di AAU.
“Latar belakang itu saya tidak memilih penerbang tempur. Tapi nasib tidak ada yang tahu, begitu ada pemilihan dari bakat saya, dari terbang saya, nilai saya, saya masuk menjadi penerbang tempur dan itu penerbang F-16 pula. Waktu itu F-16 merupakan yang tertinggi sebelum ada Sukhoi,” ucapnya.
Lihat Juga :