Berkunjung ke Museum Bank Indonesia, Mengintip Peninggalan Uang Kuno Kerajaan hingga Kompeni

Rabu, 06 Juli 2022 - 20:02 WIB
loading...
A A A
Ruangan menggunakan material utama kayu, bisa terlihat di dinding dan lantai masih menggunakan kayu. Bahkan masih ada beberapa perabot yang diletakkan di ruangan tersebut juga menggunakan kayu.

Museum ini juga mempunyai ruangan unik, di mana terdapat sebuah tumpukkan emas di tengah-tengah ruangan. Emas dilapisi oleh kaca pelindung masih tampak bersinar di ruangan itu. Menurut keterangan di museum BI, emas disimpan sebagai cadangan devisa negara dan biasanya digunakan pada saat negara mengalami krisis politik dan ekonomi.

Setelah memasuki ruangan emas, pengunjung akan dibawa ke lorong yang berisi pengetahuan akan uang dan berakhir pada ruangan yang berisi uang dari seluruh dunia.

Ruangan ini terlihat sangat elegan dengan rak mata uang dari banyak negara dan beberapa mata uang bahkan bisa dilihat dengan menggunakan kaca pembesar yang disediakan oleh pihak museum. Uang yang ditampilkan juga beragam, dari uang kertas, uang koin, uang yang dipakai saat ini maupun uang lawas.

Inilah beberapa mata uang kuno yang masih tersimpan rapih di museum Bank Indonesia:

1. Uang Ma
Berkunjung ke Museum Bank Indonesia, Mengintip Peninggalan Uang Kuno Kerajaan hingga Kompeni

Uang Ma ini uang yang dipakai pada abad ke-14 hingga 16 pada masa Kerajaan Majapahit dan dipergunakan di sekitar Jawa Timur. Koin-koin ini dicetak dalam jenis bahan emas, perak atau tembaga.

Uang Ma bentuknya sangat kecil dan sulit dilihat karena hanya seukuran kancing kemeja. Tetapi tenang, penampilan uang Ma tetap dapat bisa dilihat sebab dilengkapi dengan kaca pembesar, sehingga pengunjung bisa lebih leluasa mengenalnya.

2. Uang Gobok
Berkunjung ke Museum Bank Indonesia, Mengintip Peninggalan Uang Kuno Kerajaan hingga Kompeni

Nama lain uang Gobok adalah keping cinta, konon katanya uang ini sengaja dibuat oleh salah satu Raja Banten untuk menyatakan besar cintanya kepada sang istri.

Uang Gobok ini bentuknya bulat namun terdapat lubang di tengah karena pengaruh koin dari China, atau koin-koin serupa yang berasal dari China dan Jepang. Koin-koin ini ternyata tidak dipergunakan sebagai alat pembayaran, namun diberikan sebagai persembahan di kuil-kuil, sehingga uang Gobok ini disebut juga koin-koin kuil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Ujian Kepercayaan
Rupiah dan Ujian Kepercayaan
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Rekomendasi
Qatar Tersingkir dari...
Qatar Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Bosnia-Herzegovina Jaga Kans Lolos ke 32 Besar
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Berita Terkini
Perompak Somalia Sandera...
Perompak Somalia Sandera 4 WNI, DPR Minta TNI dan Kemlu Bikin Contingency Plan
Imam Shalat, Piala Dunia,...
Imam Shalat, Piala Dunia, dan Tempat Muktamar
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
1.000 Taruna Akmil Bakal...
1.000 Taruna Akmil Bakal Latih Siswa Sekolah Rakyat
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved