Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Rabu, 06 Juli 2022 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
Prabowo pun mengambil contoh lain, saat mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mengakui kekalahan yang dialami ketika pilpres AS yang lalu."Bayangkan. Saya keliling ke mana-mana di dunia, mereka bingung, kok bisa Anda rivalnya Pak Jokowi kok Anda mau sekarang anak buahnya Pak Jokowi," kata Prabowo.
"Di Mbah-nya demokrasi, AS, Anda lihat antara Partai Demokrat dan Republik sampai sekarang mereka itu kadang-kadang duduk satu meja pun tidak mau. Bahkan, ada presiden mereka, Donald Trump, sampai hari ini belum mengakui bahwa dia kalah," sambungnya.
Mantan Danjen Kopassus ini menjelaskan, stabilnya kondisi politik Indonesia saat ini karena tidak ada yang bermusuhan meskipun sebelumnya sempat menjadi lawan dalam Pilpres 2014 dan 2019 lalu. Prabowo mengungkapkan, keutuhan Indonesia harus tetap terjaga meski kerap terjadi persaingan atau perbedaan pendapat.
"Mereka bingung kok di Indonesia bisa. Di Indonesia filosofi kita lain, filosofi kita adalah bahwa kalau kita berbeda pendapat tidak berarti kita harus bermusuhan. Kadang-kadang kakak adik di satu keluarga ribut, ya kan? Masa mau gontok-gontokan kakak adik? Kadang-kadang kita berbeda pandangan dengan orang yang paling dekat sama kita, istri kita lah, kadang-kadang orang tua kita, kadang-kadang anak kita, tapi tetap keluarga kita," sambungnya.
"Di Mbah-nya demokrasi, AS, Anda lihat antara Partai Demokrat dan Republik sampai sekarang mereka itu kadang-kadang duduk satu meja pun tidak mau. Bahkan, ada presiden mereka, Donald Trump, sampai hari ini belum mengakui bahwa dia kalah," sambungnya.
Mantan Danjen Kopassus ini menjelaskan, stabilnya kondisi politik Indonesia saat ini karena tidak ada yang bermusuhan meskipun sebelumnya sempat menjadi lawan dalam Pilpres 2014 dan 2019 lalu. Prabowo mengungkapkan, keutuhan Indonesia harus tetap terjaga meski kerap terjadi persaingan atau perbedaan pendapat.
"Mereka bingung kok di Indonesia bisa. Di Indonesia filosofi kita lain, filosofi kita adalah bahwa kalau kita berbeda pendapat tidak berarti kita harus bermusuhan. Kadang-kadang kakak adik di satu keluarga ribut, ya kan? Masa mau gontok-gontokan kakak adik? Kadang-kadang kita berbeda pandangan dengan orang yang paling dekat sama kita, istri kita lah, kadang-kadang orang tua kita, kadang-kadang anak kita, tapi tetap keluarga kita," sambungnya.
(cip)