Dampak Covid-19, Din Syamsuddin: Akan Ada 12 Juta Pengangguran Baru

Kamis, 25 Juni 2020 - 14:19 WIB
loading...
Dampak Covid-19, Din...
Ketua Umum Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Din Syamsuddin. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pandemi virus Corona (Covid-19) mempengaruhi semua sektor kehidupan. Penanggulangan Covid-19 yang dilakukan pemerintah pun dipertanyakan efektivitasnya dalam meredam penyebaran virus ini beserta dampaknya.

Ketua Umum Pergerakan Indonesia Maju (PIM) Din Syamsuddin menilai ada yang salah dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Dana besar untuk penanggulangan Covid-19 yang awalnya sekitar Rp400 triliun kini melonjak hingga hampir mencapai Rp1.000 triliun belum jelas penggunaannya.

“Tetapi yang disediakan untuk Covid-19 Rp70 triliun. Sementara dana itu harus dipertanggungjawabkan. Rakyat harus membayar mahal untuk sekedar rapid dan swab. Ini masalah yang perlu dikritisi,” ujar Din dalam diskusi daring dengan tema Krisis Ekonomi Indonesia: Akibat Corona atau Salah Kelola?, Kamis (25/6/2020).

Masyarakat menginginkan kehidupan nasional, dalam situasi sulit pun, tetap terkelola dengan baik. Pemerintah diharapkan dapat mengurangi dampak negatif dan ekonomi dari Covid-19. (Baca juga: Politikus PAN: RUU HIP Bisa Jadi Alat Politik Penguasa )

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menuturkan Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) menyatakan dunia tengah mengalami krisis ekonomi. Perdagangan global menyusut hingga 7%. Di negara maju dan berkembang berkurang 2,5% dan pendapatan per kapita turun 3,6%.

“Ini artinya jutaan orang jatuh pada kemiskinan yang bersifat ektrem. Menurut Bank Dunia, pukulan paling keras menghantam negara yang mengalami pandemi paling parah,” katanya.

Din melanjutkan, dampak parah juga akan dirasakan negara yang memiliki ketergantungan pada perdagangan glonal, pariwisata, dan ekspor komoditas. Indonesia pun diperkirakan akan mengalami krisis ekonomi yang serius dan bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya.

Pemerintah, menurutnya, sudah menyatakan ada sekitar 5,2 juta orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Ini belum termasuk pekerja sektor informal yang sangat tergantung dari penghasilan harian.

Menurut dia, dengan kontraksi ekonomi 5-6% maka akan ada 12 juta pengangguran baru. Itu belum termasuk carry over dari tahun sebelumnya. Ini masalah ekonomi yang serius.

“Apakah semata-mata akibat corona sehingga Covid-19 kita tuduh sebagai biang kerok atau faktor-faktor lain. Bahwa gejala krisis ekonomi sudah bermulai jauh sebelum Covid-19. Kita saksikan Covid-19 menambah parah,” tuturnya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketum IDI Prediksi 5-10...
Ketum IDI Prediksi 5-10 Tahun Mendatang Terjadi Pengangguran Intelektual Dokter
BSKDN Kembangkan Instrumen...
BSKDN Kembangkan Instrumen untuk Ukur Kinerja Pemda Turunkan Pengangguran
Setahun Pemerintahan,...
Setahun Pemerintahan, Prabowo: Pengangguran Terbuka 4,67%, Terendah Sejak Krisis 1998
Setahun Pemerintahan...
Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Mampu Jaga Stabilitas Ekonomi dan Pangan
Mandaya Awards 2025,...
Mandaya Awards 2025, Cak Imin: Wujud Pengakuan Negara Terhadap Kerja Masyarakat
Presiden Prabowo Sebut...
Presiden Prabowo Sebut Angka Pengangguran dan Kemiskinan Absolut Menurun
Kondisi Angkatan Kerja...
Kondisi Angkatan Kerja RI: 7,2 Juta Pengangguran, 98,58 Juta Bekerja Penuh Waktu, Freelance 38,35 Juta
Ekonomi China Melambat,...
Ekonomi China Melambat, Generasi Muda Hadapi Pengangguran dan Tekanan Hidup
Mengatasi Pengangguran...
Mengatasi Pengangguran lewat Peningkatan Kompetensi Profesional Indonesia
Rekomendasi
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved