Lakon Bima Suci Teguhkan Komitmen PDIP Menyatu dengan Rakyat
Minggu, 26 Juni 2022 - 02:29 WIB
loading...
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto daam pagelaran wayang oleh Ki Warseno Slank dengan lakon Bima Suci, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2022) malam. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan, para kader partai harus selalu meneguhkan sikap kesatria dalam berpolitik, dengan terus memperkuat persatuan dengan rakyat, serta satu kata dan perbuatan dalam menyatu dengan Wong Cilik.
"Kisah Bima Suci menceritakan bahwa setiap satria, setiap pemimpin selalu mengalami ujian dan gemblengan, serta berteguh pada cita-cita," ujar Hasto, Sabtu (26/6/2022) malam.
Menurutnya, bersatunya pemimpin dengan rakyat merupakan harapan yang ingin diperkuat oleh PDIP lewat pagelaran wayang oleh Ki Warseno Slank dengan lakon Bima Suci yang digelar di halaman Masjid At Taufiq, seberang Gedung Sekolah Partai PDIP, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2022) malam.
Baca juga: Disepakati, Pemilu Digelar 21 Februari 2024 dan Pilkada 27 November 2024
Hasto menjelaskan, setiap lakon pewayangan itu tidak hanya mengajarkan filosofi kehidupan, tapi juga apa yang terjadi dalam kehidupan nyata, pertarungan antara kebaikan dan angkara murka terjadi.
Dalam lakon Bima Suci, tokoh Bima, salah satu dari anggota Pandawa, mengemban tugas suci di tengah kondisi negeri yang sedang kesulitan. Bima percaya kepada sang guru Pendeta Durna, dan akhirnya mencari Banyu Perwita Sari, yakni air kehidupan yang paling suci.
"Kisah Bima Suci menceritakan bahwa setiap satria, setiap pemimpin selalu mengalami ujian dan gemblengan, serta berteguh pada cita-cita," ujar Hasto, Sabtu (26/6/2022) malam.
Menurutnya, bersatunya pemimpin dengan rakyat merupakan harapan yang ingin diperkuat oleh PDIP lewat pagelaran wayang oleh Ki Warseno Slank dengan lakon Bima Suci yang digelar di halaman Masjid At Taufiq, seberang Gedung Sekolah Partai PDIP, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (25/6/2022) malam.
Baca juga: Disepakati, Pemilu Digelar 21 Februari 2024 dan Pilkada 27 November 2024
Hasto menjelaskan, setiap lakon pewayangan itu tidak hanya mengajarkan filosofi kehidupan, tapi juga apa yang terjadi dalam kehidupan nyata, pertarungan antara kebaikan dan angkara murka terjadi.
Dalam lakon Bima Suci, tokoh Bima, salah satu dari anggota Pandawa, mengemban tugas suci di tengah kondisi negeri yang sedang kesulitan. Bima percaya kepada sang guru Pendeta Durna, dan akhirnya mencari Banyu Perwita Sari, yakni air kehidupan yang paling suci.
Lihat Juga :