5 Fakta Denjaka, Pasukan Hantu Laut TNI AL yang Ikut Kawal Jokowi ke Rusia-Ukraina
Sabtu, 25 Juni 2022 - 10:36 WIB
loading...
A
A
A
Itulah mengapa dari sekian banyak yang mengikuti pendidikan calon prajurit Denjaka, hanya sedikit yang lulus. Konon, setiap tahun hanya 50 orang saja yang lulus dari berbagai jenis ujian. Karena kemampuan yang dimiliki, prajurit Denjaka disebut setara dengan 12 prajurit tempur biasa.
4. Dibekali Senjata Khusus
Untuk mendukung operasi yang dilakukan, prajurit Denjaka juga dibekali dengan senjata dari berbagai jenis. Antara lain submachine gun MP5, HK PSG1, Daewoo K7, senapan serbu G36, HK416, M4, Pindad ss-1, CZ-58, senapan mesin ringan Minimi M60, Daewoo K3, serta pistol Beretta, dan HK P30 dan SIG Sauer 9 mm.
![5 Fakta Denjaka, Pasukan Hantu Laut TNI AL yang Ikut Kawal Jokowi ke Rusia-Ukraina]()
Prajurit Denjaka saat latihan penanggulangan teroris di Pelabuhan Jetty SKK Migas di Pulau Matak, Kepulauan Anambas pada Desember 2021. FOTO/TNI AL
5. Semboyan Satya Wira Dharma
Prajurit Denjaka memiliki semboyan khusus, yakni Satya Wira Dharma. Semboyan ini berarti janji seorang ksatria untuk melindungi harkat dan martabat keluarga, agama, nusa, bangsa, dan masyarakat.
Karena itu, selain operasi kemiliteran, Denjaka juga kerap dilibatkan dalam kegiatan kemanusian. Salah satunya adalah pencarian pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. Pesawat ini mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.
Dalam pencarian tersebut Korps Marinir mengerahkan 17 personel Denjaka di bawah pimpinan Kapten Marinir Haryono dan 14 Personel Taifib di bawah pimpinan Lettu Marinir Sofy Rahmadani dengan membawa peralatan selam, GPS, Sonar Set, Radio bawah air, Sea Reader, Perahu Karet dan peralatan pendukung lainnya.
![5 Fakta Denjaka, Pasukan Hantu Laut TNI AL yang Ikut Kawal Jokowi ke Rusia-Ukraina]()
Anggota Denjaka terlibat dalam pencarian Pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Kepualauan Seribu pada Januari 2021. FOTO/TNI AL
4. Dibekali Senjata Khusus
Untuk mendukung operasi yang dilakukan, prajurit Denjaka juga dibekali dengan senjata dari berbagai jenis. Antara lain submachine gun MP5, HK PSG1, Daewoo K7, senapan serbu G36, HK416, M4, Pindad ss-1, CZ-58, senapan mesin ringan Minimi M60, Daewoo K3, serta pistol Beretta, dan HK P30 dan SIG Sauer 9 mm.

Prajurit Denjaka saat latihan penanggulangan teroris di Pelabuhan Jetty SKK Migas di Pulau Matak, Kepulauan Anambas pada Desember 2021. FOTO/TNI AL
5. Semboyan Satya Wira Dharma
Prajurit Denjaka memiliki semboyan khusus, yakni Satya Wira Dharma. Semboyan ini berarti janji seorang ksatria untuk melindungi harkat dan martabat keluarga, agama, nusa, bangsa, dan masyarakat.
Karena itu, selain operasi kemiliteran, Denjaka juga kerap dilibatkan dalam kegiatan kemanusian. Salah satunya adalah pencarian pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021. Pesawat ini mengangkut 62 orang yang terdiri dari enam kru, 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.
Dalam pencarian tersebut Korps Marinir mengerahkan 17 personel Denjaka di bawah pimpinan Kapten Marinir Haryono dan 14 Personel Taifib di bawah pimpinan Lettu Marinir Sofy Rahmadani dengan membawa peralatan selam, GPS, Sonar Set, Radio bawah air, Sea Reader, Perahu Karet dan peralatan pendukung lainnya.

Anggota Denjaka terlibat dalam pencarian Pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di Perairan Kepualauan Seribu pada Januari 2021. FOTO/TNI AL
(abd)
Lihat Juga :