Koalisi PKB dan Gerindra Berpotensi Menangkan Pilpres 2024
Minggu, 19 Juni 2022 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Koalisi Gerindra-PKB di tahap ini memberi dampak bagi kontelasi dinamika koalisi maupun latar kompetisi yang akan berlangsung pada Pemilu 2024 nanti. Pertama, Poros Gerindra-PKB membuktikan bahwa dalam pertarungan 2024 ini capres-cawapres yang berasal dari jalur ketua umum masih relevan karena mereka memiliki hak preogatif untuk maju di luar nama-nama mentereng capres-cawapres versi elektabilitas lembaga survei kredibel. Sekaligus mengonfirmasi episentrum kekuasaan jelang pilpres bertransformasi dari domain Istana ke ketua-ketua umum partai.
Kedua, pertarungan saling berhadap-hadapan (head to head) yang selama ini terjadi dalam 2 periode pemilu sebelumnya, dapat dihindari. Sehingga, konsekuensi pembelahan sosial di masyarakat secara mendalam sirna, karena Poros Gerindra-PKB ini menjadi poros baru pasca KIB dan berpotensi menghadirkan poros lainnya jika Nasdem, Demokrat, dan PKS sepakat untuk bersama.
Ketiga, dengan semakin banyaknya poros maupun paket capres-cawapres, maka diharapkan pertandingan elektoral semakin substantif karena uji visi-misi, rekam-jejak, dan program mendapat tempat yang penting di tengah situasi pandemi serta resesi yang masih membelenggu bangsa ini.
Drama utak-atik koalisi ini akan terus berlanjut menimbang PDIP masih mencermati situasi, kemudian KIB semakin solid sebagai koalisi politik pertama jelang pilpres, berikutnya Nasdem yang telah menghasilkan 3 nama rekomendasi sebagai capresnya, dan terakhir di pihak oposisi, Demokrat-PKS masih terus menjalin komunikasi setelah PKB bersama Gerindra.
”Dalam kontes elektoral yang ketat dan tarikan politik yang kuat baik secara eksternal maupun internal semua hal masih bisa terjadi, termasuk muncul tsunami politik atau keadan luar biasa yang mengubah konstelasi baik di partai maupun kepada capres-capresnya,” katanya.
Kedua, pertarungan saling berhadap-hadapan (head to head) yang selama ini terjadi dalam 2 periode pemilu sebelumnya, dapat dihindari. Sehingga, konsekuensi pembelahan sosial di masyarakat secara mendalam sirna, karena Poros Gerindra-PKB ini menjadi poros baru pasca KIB dan berpotensi menghadirkan poros lainnya jika Nasdem, Demokrat, dan PKS sepakat untuk bersama.
Ketiga, dengan semakin banyaknya poros maupun paket capres-cawapres, maka diharapkan pertandingan elektoral semakin substantif karena uji visi-misi, rekam-jejak, dan program mendapat tempat yang penting di tengah situasi pandemi serta resesi yang masih membelenggu bangsa ini.
Drama utak-atik koalisi ini akan terus berlanjut menimbang PDIP masih mencermati situasi, kemudian KIB semakin solid sebagai koalisi politik pertama jelang pilpres, berikutnya Nasdem yang telah menghasilkan 3 nama rekomendasi sebagai capresnya, dan terakhir di pihak oposisi, Demokrat-PKS masih terus menjalin komunikasi setelah PKB bersama Gerindra.
”Dalam kontes elektoral yang ketat dan tarikan politik yang kuat baik secara eksternal maupun internal semua hal masih bisa terjadi, termasuk muncul tsunami politik atau keadan luar biasa yang mengubah konstelasi baik di partai maupun kepada capres-capresnya,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :