Koalisi Masyarakat Sipil Adukan Mafia Tanah di Kalsel ke PBNU

Jum'at, 17 Juni 2022 - 12:53 WIB
loading...
Koalisi Masyarakat Sipil...
Koalisi yang mewakili masyarakat Kalimantan Selatan mendatangi kantor PBNU di Jakarta, Rabu (15/6/2022). Mereka mengadukan persoalan mafia tanah di Kalsel. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Koalisi yang mewakili masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) mendatangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Rabu (15/6/2022). Mereka melaporkan permasalahan mafia lahan untuk sawit dan batu bara yang mengorbankan masyarakat sipil.

Koalisi tersebut terdiri dari Denny Indrayana dari Integrity, Kisworo Dwi Cahyono Walhi Kalsel, Achmad Surambo dari Sawit Watch, dan Swary Utami Dewi dari Lembaga Pembela Hak Sipil dan Politik.

Denny mengatakan, Kalsel saat ini sedang dilanda darurat mafia. Sejumlah tambang dan perkebunan sawit di Kalsel telah dikuasai oleh sejumlah orang yang diklaim memiliki pengaruh besar ke kekuasaan. Hal ini terindikasi dari adanya kasus yang sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), tapi tidak ada titik terang sampai.



"Kalimantan Selatan saat ini dalam kondisi darurat mafia. Mulai dari mafia tanah untuk sawit juga mafia lahan untuk tambang batubara," kata Denny usai melaporkan ke PBNU dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (17/6/2022). "Padahal kasus korupsinya terang benderang, konstruksi hukumnya jelas," ujar mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) ini.

Menurut Denny, masyarakat akan berhadapa dengan tindak kekerasan bila mempersoalkan sengketa lahan yang menyangkut pengusaha besar tersebut. Karena itu, ia berharap penuh kepada PBNU untuk dapat membantu menangani permasalahan di Kalsel.

Seorang petani yang menjadi korban menuturkan, lahan miliknya seluas 20 hektare dirampas perusahaan sawit. Sudah dua tahun berlalu hingga kini tidak ada ganti rugi yang jelas. "Saat ditanya berulang-ulang dijawab 'nanti akan diselesaikan'," kata petani tersebut.

Baca juga: Nirina Zubir Berharap Sidang Kasus Dugaan Mafia Tanah Segera Tuntas

Sementara itu, Ketua PBNU Bidang Pendidikan, Hukum, dan Media, Savic Ali mengatakan, pihaknya menerima laporan dari para petani dan koalisi. Ada berberapa hal yang bisa dilakukan untuk memenangi persengketaan secara hukum dan mendapatkan dukungan publik.

"Agar semangat itu tercapai, kami membutuhkan sejumlah informasi detail menyangkut persengketaan lahan yang terjadi di Kalimantan Selatan," kata Savic.

Ketua PBNU KH Amin Said Husni dan Sekretaris Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBH NU) Hakam Aqsho menyatakan, akan menentukan sikap setelah dokumen-dokumen detail menyangkut persoalan di Kalsel dilengkapi. Data tersebut digunakan untuk mengambil sikap tegas terhadap kasus yang terjadi.

Denny yang pernah menjadi profesor tamu di Melbourne University Law School di Austrailia juga akan memperluas jaringan advokasi dengan jaringan yang dimiliki, jika di Indonesia tidak menemukan titik terang.

"Sekarang kita upayakan di dalam negeri dulu, kalau mungkin dan harus, tidak menutup kemungkinan kita akan memperluasnya menjadi advokasi internasional," ujarnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
4 Keputusan Munas Kader...
4 Keputusan Munas Kader Muda NU, Dukung Muktamar ke-35 di Lirboyo hingga Tolak Zonasi AHWA
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Rekomendasi
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Berita Terkini
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Gelar Mimbar Mahasiswa,...
Gelar Mimbar Mahasiswa, BEM Persatuan Indonesia Sampaikan Lima Pernyataan Sikap
Gelar Pertemuan di Ponpes...
Gelar Pertemuan di Ponpes Al Falah Ploso Kediri, Ini Tiga Seruan Masyayikh NU
Seskab Teddy Bertemu...
Seskab Teddy Bertemu Kepala BNN Komjen Suyudi, Ada Apa?
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved