Tugas Berat Menteri Baru

Kamis, 16 Juni 2022 - 11:47 WIB
loading...
Tugas Berat Menteri...
Dua menteri baru yang dilantik Presiden Jokowi melalui reshuffle diharapkan dapat bekerja optimal meyelesaikan persoalan yang tengah dihadapi masyarakat. (KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A A A
PRESIDEN Joko Widodo melantik dua menteri baru dan tiga wakil menteri Rabu (15/6). Pergantian menteri (reshuffle) tersebut oleh Presiden diharapkan mampu menghadapi tantangan besar di dua sektor yakni perdagangan dan pertanahan. Di sektor perdagangan misalnya, masalah kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng muncul sejak akhir 2021. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk mengatasinya, namun hingga April 2022 kelangkaan minyak goreng masih tetap ditemukan. Beberapa kebijakan yang diterbitkan Kementerian Perdagangan justru menyebabkan kelangkaan minyak goreng.

Polemik akibat kelangkaan minyak goreng di ritel modern dan pasar tradisional terus terjadi. Hal ini memicu panic buying di masyarakat. Peritel pun membatasi pembelian hanya 2 liter per orang. Bahkan, masyarakat harus menunjukkan identitas diri saat membeli minyak goring di peritel, kebijakan yang tak lazim dan tak pernah ada.

Kebijakan melepas harga minyak goreng ke mekanisme pasar akhirnya dilakukan khususnya minyak goreng kemasan. Kebijakan itu untuk menghindari potensi terjadinya kelangkaan minyak goreng di masyarakat. Imbasnya, harga minyak goreng naik lebih dari 100% di sejumlah daerah. Dugaan ada permainan antara korporasi dengan pihak pembuat kebijakan pun menggelinding di masyarakat.

Penyebabnya, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan minyak goreng ini. Salah satunya melalui kebijakan penetapan harga eceran tertingi (HET) untuk minyak goreng curah dan subsidi ke produsen. Namun, kebijakan tersebut belum berjalan dengan efektif. Indikasi adanya “permainan” dari kelompok tertentu semakin terang tatkala Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng oleh Kejaksaan Agung.

Wisnu dan tiga orang lainnya menjadi tersangka kasus ekspor minyak goreng yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di pasar domestik. Wisnu diduga menerbitkan izin ekspor kepada sejumlah perusahaan produsen kelapa sawit secara melawan hukum. Perbuatannya itu mengakibatkan minyak goreng langka di Indonesia dan membuat harganya mahal. Bersama Wisnu ditetapkan pula sebagai tersangka Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup (PHG), dan Picare Tagore Sitanggang selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas. Juga Lin Che Wei Analis pada Independent Research & Advisory Indonesia. Mereka diduga terkait dengan mafia minyak goreng yang menyengsarakan rakyat.

Beragam kasus tersebut sempat membuat presiden menegur tegas para menterinya soal krisis minyak goreng yang sudah berlangsung lama itu. Bahkan, kepala negara meminta aparat hukum menindak seluruh yang terlibat dalam praktik culas tersebut. Keputusan untuk mengganti Menteri Pedagangan M Lutfi dan melantik Zulkifli Hasan dinilai sebagian kalangan merupakan langkah strategis. Namun, Zulkifli akan dihadapkan pada persoalan yang masih pelik dan rumit.

Kepercayaan yang diberikan presiden kepada Zulkifli dengan pertimbangan skill manajerial secara makro maupun mikro. Zulkifli harus mampu menyelesaikan persoalan distribusi pangan, khususnya minyak goreng. Tak hanya itu, Ketua Umum Partai amanat Nasional (PAN) itu juga wajib melakukan pembersihan di internal Kemendag dari anasir-anasir para mafia sehingga harga pangan di dalam negeri bisa terkendali dan terjangkau oleh masyarakat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
Hadiri Munas Papdesi,...
Hadiri Munas Papdesi, Zulhas Ingatkan SPPG Wajib Belanja Bahan Baku ke Desa
Reshuffle Kabinet Terbaru,...
Reshuffle Kabinet Terbaru, Murni karena Kinerja atau Politik?
Jadi Kepala Staf Kepresidenan,...
Jadi Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Buka Laporan 24 Jam
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Zulhas Hadiri Pelantikan...
Zulhas Hadiri Pelantikan DPW PAN Provinsi Banten di Tangerang
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Rekomendasi
Tiket Jakarta Fair 2026...
Tiket Jakarta Fair 2026 Mulai Dibuka Hari ini, Targetkan 6 Juta Pengunjung
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Tinjau SDN Babakan 01...
Tinjau SDN Babakan 01 Pascarevitalisasi, Wakil Wali Kota Tangsel Pastikan KBM Nyaman
Berita Terkini
Bonjowi Minta PTUN Jakarta...
Bonjowi Minta PTUN Jakarta Tolak Gugatan UGM Soal Keberatan Putusan Komisi Informasi Pusat
2 Pengusaha Penyuap...
2 Pengusaha Penyuap Noel Ebenezer Cs Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Kawal Anggaran Negara,...
Kawal Anggaran Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Tuntas BGN hingga ke Daerah
KPK: Silmy Karim Kantongi...
KPK: Silmy Karim Kantongi Rp100 Juta per Pekan dari Pemerasan Izin Tinggal WNA
Nanik S Deyang Ungkap...
Nanik S Deyang Ungkap Mayjen Trenggono Segera Mundur dari TNI usai Jadi Wakil Kepala BGN
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved