Bawaslu Ajak Parpol Perangi Kampanye Hoaks
Jum'at, 10 Juni 2022 - 19:19 WIB
loading...
Seluruh partai politik (parpol) diajak untuk berkampanye sehat tanpa hoaks atau SARA pada Pemilu 2024. Hal ini dikatakan Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Seluruh partai politik (parpol) diajak untuk berkampanye sehat tanpa hoaks atau SARA pada Pemilu 2024. Hal ini dikatakan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja.
Baca juga: Bawaslu dan Dua Mahkota Yang Melekat
"Yang paling penting adalah tugas parpol mendidik kader politiknya untuk membangun kampanye sehat tanpa hoaks dan politik SARA," kata Bagja, Jumat (10/6/2022).
Baca juga: Bawaslu Sebut Seluruh Komponen Bertanggung Jawab Sukseskan Pilkada
Bagja menambahkan, pihak Bawaslu sendiri akan mempersiapkan pendidikan literasi digital untuk menangkal hoaks dalam kampanye Pemilu 2024. Ia menunjukkan hal tersebut juga untuk milenial yang aktif dalam media sosial.
"Media sosial kan juga milik teman-teman milenial, mereka punya ketertarikan seperti itu," jelasnya.
Ia menuturkan, pendidikan literasi tersebut diserahkan kepada pihak parpol dan penyelenggara. Bawaslu tentu akan mengawasi kampanye agar tetap berjalan dengan sehat.
"Kita serahkan kepada partai politik dan penyelenggara pemilu. Kita akan mengawasi dan mengajarkan kampanye yang sehat," jelasnya.
Bagja menambahkan, kampanye merupakan pesta politik masyarakat dalam mengekspresikan pilihan politiknya. "Yang penting tanpa fitnah atau menghina pilihan orang lain. Ini harus ditanamkan," tambahnya.
Baca juga: Bawaslu dan Dua Mahkota Yang Melekat
"Yang paling penting adalah tugas parpol mendidik kader politiknya untuk membangun kampanye sehat tanpa hoaks dan politik SARA," kata Bagja, Jumat (10/6/2022).
Baca juga: Bawaslu Sebut Seluruh Komponen Bertanggung Jawab Sukseskan Pilkada
Bagja menambahkan, pihak Bawaslu sendiri akan mempersiapkan pendidikan literasi digital untuk menangkal hoaks dalam kampanye Pemilu 2024. Ia menunjukkan hal tersebut juga untuk milenial yang aktif dalam media sosial.
"Media sosial kan juga milik teman-teman milenial, mereka punya ketertarikan seperti itu," jelasnya.
Ia menuturkan, pendidikan literasi tersebut diserahkan kepada pihak parpol dan penyelenggara. Bawaslu tentu akan mengawasi kampanye agar tetap berjalan dengan sehat.
"Kita serahkan kepada partai politik dan penyelenggara pemilu. Kita akan mengawasi dan mengajarkan kampanye yang sehat," jelasnya.
Bagja menambahkan, kampanye merupakan pesta politik masyarakat dalam mengekspresikan pilihan politiknya. "Yang penting tanpa fitnah atau menghina pilihan orang lain. Ini harus ditanamkan," tambahnya.
(maf)
Lihat Juga :