Bakti Kominfo Ajak Masyarakat Waspada Spamming dan Penipuan Online
Rabu, 08 Juni 2022 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kominfo Beri Kesempatan Aplikasi Pencuri Data Perbaiki Sistem
Untuk serangan siber dalam bentuk hack, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber), satuan kerja di bawah Bareskrim Polri mencatat, serangan siber dalam bentuk hack menurun pada 2020. Tercatat hanya sebanyak 18 kasus peretasan elektronik dilaporkan. Laporan tersebut menurun 87,8% dari 2019 yang mencapai 148 aduan. Laporan peretasan elektronik ini juga merupakan yang terendah sejak 2017.
Kasus penipuan dan pembobolan rekening bank kini kian marak dialami masyarakat. Para pelaku phising biasanya berupaya untuk meyakinkan korban agar mau mengikuti tautan di situs web phising dan memasukkan data penting seperti login dan kata sandi atau detail rekening bank.
"Oleh karena itu, bijak lah dalam menggunakan dan meng-upload data-data pribadi di internet, rutin periksa keamanan gadget, tidak mengikuti perintah email/pesan teks mencurigakan, waspada menerima telepon tidak dikenal, dan tidak mudah tergiur hadiah yang ditawarkan email/pesan teks," kata Selamet Riyadi.
Untuk serangan siber dalam bentuk hack, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber), satuan kerja di bawah Bareskrim Polri mencatat, serangan siber dalam bentuk hack menurun pada 2020. Tercatat hanya sebanyak 18 kasus peretasan elektronik dilaporkan. Laporan tersebut menurun 87,8% dari 2019 yang mencapai 148 aduan. Laporan peretasan elektronik ini juga merupakan yang terendah sejak 2017.
Kasus penipuan dan pembobolan rekening bank kini kian marak dialami masyarakat. Para pelaku phising biasanya berupaya untuk meyakinkan korban agar mau mengikuti tautan di situs web phising dan memasukkan data penting seperti login dan kata sandi atau detail rekening bank.
"Oleh karena itu, bijak lah dalam menggunakan dan meng-upload data-data pribadi di internet, rutin periksa keamanan gadget, tidak mengikuti perintah email/pesan teks mencurigakan, waspada menerima telepon tidak dikenal, dan tidak mudah tergiur hadiah yang ditawarkan email/pesan teks," kata Selamet Riyadi.
(abd)
Lihat Juga :