CSIS: Presiden Jokowi Tidak Akan Reshuffle Menteri
Rabu, 08 Juni 2022 - 13:48 WIB
loading...
Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
A
A
A
JAKARTA - Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai pergantian menteri atau reshuffle kabinet sulit terwujud. Sebab Presiden Jokowi perlu cermat menimbang sejumlah kemungkinan yang akan terjadi.
Hal tersebut menjadi bahasan dalam media briefing dengan tajuk 'Manuver Koalisi Partai Menjelang Pemilu Presiden: Motivasi dan Resiliensi', Rabu (8/6/2022) yang diadakan Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS.
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes menyebutkan di sisa kurang dari dua tahun pemerintahan akan terlalu berisiko bagi Presiden Jokowi untuk melakukan reshuffle yang mempengaruhi dukungannya di parlemen.
"Kecil kemungkinan itu dilakukan Presiden. Dugaan saya tidak akan dilakukan Presiden dan menyebabkan instabilitas politik," ujar Fernandes secara daring.
Baca juga: CSIS Belejeti Biang Kerok Naiknya Harga Komoditas
Ia menilai reshuffle kabinet akan berimplikasi pada politik, misalkan bagaimana hubungan di koalisi internal, power sharing yang dilakukan siapa masuk siapa keluar, rotasi.
"Psikologis pemilih terhadap nama-nama yang akan masuk menjadi pertimbangan presiden. Sehingga reshuffle akan maju mundur apalagi isu ini sudah berembus sejak akhir 2021," kata Fernandes.
Hal tersebut menjadi bahasan dalam media briefing dengan tajuk 'Manuver Koalisi Partai Menjelang Pemilu Presiden: Motivasi dan Resiliensi', Rabu (8/6/2022) yang diadakan Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS.
Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS Arya Fernandes menyebutkan di sisa kurang dari dua tahun pemerintahan akan terlalu berisiko bagi Presiden Jokowi untuk melakukan reshuffle yang mempengaruhi dukungannya di parlemen.
"Kecil kemungkinan itu dilakukan Presiden. Dugaan saya tidak akan dilakukan Presiden dan menyebabkan instabilitas politik," ujar Fernandes secara daring.
Baca juga: CSIS Belejeti Biang Kerok Naiknya Harga Komoditas
Ia menilai reshuffle kabinet akan berimplikasi pada politik, misalkan bagaimana hubungan di koalisi internal, power sharing yang dilakukan siapa masuk siapa keluar, rotasi.
"Psikologis pemilih terhadap nama-nama yang akan masuk menjadi pertimbangan presiden. Sehingga reshuffle akan maju mundur apalagi isu ini sudah berembus sejak akhir 2021," kata Fernandes.
Lihat Juga :