Gunung Ili Lewotolok di NTT Erupsi, Guguran Lava Pijar dan Awan Panas Mengancam
Rabu, 08 Juni 2022 - 06:38 WIB
loading...
PVMBG meminta masyarakat sekitar Gunung Ili Lewotolok mewaspadai potensi guguran lava pijar dan awan panas. Foto/Twitter @PVMBG
A
A
A
JAKARTA - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG ) melaporkan Gunung Ili Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur meletus. Erupsi terjadi pukul 06.41 WITA, Rabu (8/6/2022) pagi ini.
“Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Rabu, 08 Juni 2022, pukul 06:41 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 2223 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG dalam keterangan resmi yang diterima.
Baca juga: Tak Aktif 900 Tahun, Gunung Berapi Islandia Meletus Terangi Ibu Kota
PVMBG mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 31.3 mm dan durasi 33 detik.
PVMBG mengatakan saat ini tingkat aktivitas berada di level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok, dan radius 3,5 km untuk sektor timur dan tenggara.
“Masyarakat Desa Jontona, Desa Lamawolo, dan Desa Lamatokan agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah G. Ili Lewotolok,” imbau PVMBG.
“Terjadi erupsi G. Ili Lewotolok pada hari Rabu, 08 Juni 2022, pukul 06:41 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 2223 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG dalam keterangan resmi yang diterima.
Baca juga: Tak Aktif 900 Tahun, Gunung Berapi Islandia Meletus Terangi Ibu Kota
PVMBG mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 31.3 mm dan durasi 33 detik.
PVMBG mengatakan saat ini tingkat aktivitas berada di level III (Siaga). Oleh karena itu, masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok, dan radius 3,5 km untuk sektor timur dan tenggara.
“Masyarakat Desa Jontona, Desa Lamawolo, dan Desa Lamatokan agar selalu mewaspadai potensi ancaman guguran lava pijar dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah G. Ili Lewotolok,” imbau PVMBG.
Lihat Juga :