Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Selasa, 23 Juni 2020 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu, kata dia, mahasiswa mesti menjadi pengendali demokrasi, bukan menjadi tempat kepentingan. "Kalau akademisi atau mahasiswa tidak lagi berpikir objektif seperti ini, kan kita tahu, yang maha itu kan ada dua, Maha Esa dan mahasiswa," ujarnya. (Baca juga: DPR Usulkan Internet dan Gawai Gratis untuk Pembelajaran Jarak Jauh )
Kalangan akademisi, kata dia, harus menjadi harapan terbesar oleh masyarakat untuk menetralisasi lapangan, termasuk dosen-dosennya.
"Kita lihat saja ketika dia masuk ke ranah politik akademisi, step by step dia menjadi masuk menjadi korban atau pelaku dari penyimpangan kah, korupsi kah namanya," ujarnya.
Pihaknya pun ingin mensterilisasi doktrin-doktrin demokrasi itu secara idealis bangsa. "Maka saya tadi katakan ya negara harus berpikir secara maksimum untuk menanamkan idealis bangsa itu dari sejak lahir sampai perguruan tinggi. Karena kita lihat kalau ideologi ini digugat, tidak ada jalan lain, negara ini hancur," tuturnya.
Kalangan akademisi, kata dia, harus menjadi harapan terbesar oleh masyarakat untuk menetralisasi lapangan, termasuk dosen-dosennya.
"Kita lihat saja ketika dia masuk ke ranah politik akademisi, step by step dia menjadi masuk menjadi korban atau pelaku dari penyimpangan kah, korupsi kah namanya," ujarnya.
Pihaknya pun ingin mensterilisasi doktrin-doktrin demokrasi itu secara idealis bangsa. "Maka saya tadi katakan ya negara harus berpikir secara maksimum untuk menanamkan idealis bangsa itu dari sejak lahir sampai perguruan tinggi. Karena kita lihat kalau ideologi ini digugat, tidak ada jalan lain, negara ini hancur," tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :