Naiknya Tiket Masuk Candi Borobudur Bisa Kurangi Antusiasme Masyarakat
Senin, 06 Juni 2022 - 09:36 WIB
loading...
Kenaikan tarif masuk Candi Borobudur dari Rp50 rib menjadi Rp750 ribu berpotensi menekan antusiasme masyakarat ke objek wisata populer ini. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengumumkan rencana kenaikan tarif kawasan wisata Candi Borobudur. Dari harga berlaku Rpp50 ribu mejadi Rp750 ribu per orang untuk wisatawan local dan USD100 atau sekitar Rp1,5 juta untuk wisatawan asing. Sementara pelajar dikenakan tiiket Rp5.000 per orang.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Prasetyo Hadi berpendapat nominal enaikan tiket masuk ke kawasan Candi Borobudur itu sangat membebani rakyat. Keputusan itu juga dinilai tidak sejalan dengan prinsip pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.
"Sebaiknya pemerintah meninjau ulang rencana menaikan tarif wisata ke area Candi Borobudur. Selain karena kenaikan harga yang sangat membebani wisatawan, kebijakan ini tidak sejalan dengan prinsip pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19," kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya, dikutip Senin (6/6/2022).
Baca juga: Luhut Siapkan Tarif Baru untuk Borobudur, Wisatawan Domestik Dikenai Tiket Rp750.000
Apalagi, kata Anggota Komisi II DPR ini, rakyat Indonesia saat ini masih berusaha pulih dan bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19, sehingga keputusan itu justru dapat menghambat.
"Kondisi perekonomian rakyat saat ini sedang berupaya pulih dan bangkit dari keterpurukan, sehingga tidak tepat apabila ada kebijakan yang justru dapat menghambat kehendak-kehendak itu," ujarnya.
Legislator dapil Jawa Tengah VI yang juga meliputi Magelang ini menilai, kurang tepat apabila kenaikan tarif wisata ke area Candi Borobudur sebagai upaya menjaga kelestarian situs bersejarah ini. Menurut Prasetyo, ada cara-cara yang lebih logis untuk menjaga kedisiplinan turis selama berada di area wisata agar kelestarian candi tetap terjaga dengan baik.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Prasetyo Hadi berpendapat nominal enaikan tiket masuk ke kawasan Candi Borobudur itu sangat membebani rakyat. Keputusan itu juga dinilai tidak sejalan dengan prinsip pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.
"Sebaiknya pemerintah meninjau ulang rencana menaikan tarif wisata ke area Candi Borobudur. Selain karena kenaikan harga yang sangat membebani wisatawan, kebijakan ini tidak sejalan dengan prinsip pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19," kata Prasetyo Hadi dalam keterangannya, dikutip Senin (6/6/2022).
Baca juga: Luhut Siapkan Tarif Baru untuk Borobudur, Wisatawan Domestik Dikenai Tiket Rp750.000
Apalagi, kata Anggota Komisi II DPR ini, rakyat Indonesia saat ini masih berusaha pulih dan bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19, sehingga keputusan itu justru dapat menghambat.
"Kondisi perekonomian rakyat saat ini sedang berupaya pulih dan bangkit dari keterpurukan, sehingga tidak tepat apabila ada kebijakan yang justru dapat menghambat kehendak-kehendak itu," ujarnya.
Legislator dapil Jawa Tengah VI yang juga meliputi Magelang ini menilai, kurang tepat apabila kenaikan tarif wisata ke area Candi Borobudur sebagai upaya menjaga kelestarian situs bersejarah ini. Menurut Prasetyo, ada cara-cara yang lebih logis untuk menjaga kedisiplinan turis selama berada di area wisata agar kelestarian candi tetap terjaga dengan baik.
Lihat Juga :