Partai Perindo Pastikan Pilpres 2024 Bakal Tersaji Lebih Menarik dan Berbeda
Jum'at, 03 Juni 2022 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Moment Pilkada DKI Jakarta 2012 dan di awal 2013 atau dua tahun sebelum Pilpres 2014, mampu menjual nama Jokowi ketika itu untuk bersaing dengan Prabowo. "Artinya apa? 2012, 2013 dua tahun sebelum Pilpres 2014 Prabowo selalu berada di atas. Moment-moment politik Pilkada mampu mendongkrak sosok Jokowi ketika itu," ungkap Herbud.
Baca juga: Partai Perindo Sudah Kantongi Usulan Nama Bakal Capres 2024
Hingga akhirnya Jokowi menjadi Presiden terpilih selama dua periode mengalahkan rivalnya Prabowo Subianto. Akan tetapi, kata Herbud, peta politik 2024 dan situasinya jelas berbeda dengan Pilpres 2014.
Pasalnya, Pilkada Serentak dilaksanakan di tahun yang sama dengan Pilpres 2024, sehingga munculnya tokoh-tokoh baru sebagai kandidat capres 2024 akan menyusut. Tidak sebagaimana ketika Jokowi menang di Pilkada DKI 2012, kemudian estafet bertarung di Pilpres 2014. "Kenapa 2024 saya katakan berbeda, panggung politik Pilkada tidak ada karena Pilkada Serentak dilakukan di 2024, sehingga kemungkinan munculnya tokoh-tokoh baru di Pilpres (2024) sangat tipis jika dibandingkan dengan tahun 2014," ungkapnya.
Menipisnya tokoh-tokoh politik baru yang digadang-gadang sebagai capres di Pilres 2024 karena masa jabatan mereka pun sebagai pejabat negara akan habis sebentar lagi dan situasi ini tidak bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas-aktivitas politik.
Baca juga: Partai Perindo Sudah Kantongi Usulan Nama Bakal Capres 2024
Hingga akhirnya Jokowi menjadi Presiden terpilih selama dua periode mengalahkan rivalnya Prabowo Subianto. Akan tetapi, kata Herbud, peta politik 2024 dan situasinya jelas berbeda dengan Pilpres 2014.
Pasalnya, Pilkada Serentak dilaksanakan di tahun yang sama dengan Pilpres 2024, sehingga munculnya tokoh-tokoh baru sebagai kandidat capres 2024 akan menyusut. Tidak sebagaimana ketika Jokowi menang di Pilkada DKI 2012, kemudian estafet bertarung di Pilpres 2014. "Kenapa 2024 saya katakan berbeda, panggung politik Pilkada tidak ada karena Pilkada Serentak dilakukan di 2024, sehingga kemungkinan munculnya tokoh-tokoh baru di Pilpres (2024) sangat tipis jika dibandingkan dengan tahun 2014," ungkapnya.
Menipisnya tokoh-tokoh politik baru yang digadang-gadang sebagai capres di Pilres 2024 karena masa jabatan mereka pun sebagai pejabat negara akan habis sebentar lagi dan situasi ini tidak bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas-aktivitas politik.
Lihat Juga :