Haruskah Anies Baswedan Masuk Parpol?

Rabu, 01 Juni 2022 - 03:31 WIB
loading...
Haruskah Anies Baswedan...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh yang memiliki elektabilitas cukup tinggi di sejumlah survei bursa kandidat Pilpres 2024. Foto/Dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan salah satu tokoh yang memiliki elektabilitas cukup tinggi di sejumlah survei bursa kandidat Pilpres 2024 . Namun, hingga saat ini Anies Baswedan bukan kader partai politik (parpol) manapun.

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Mujiyono pun menyarankan Anies Baswedan menjadi kader parpol. Mujiyono mengatakan, bila Anies menjadi kader parpol, akan ada kepastian untuk memantapkan langkahnya di Pilpres 2024.

Lalu, haruskah Anies Baswedan masuk parpol untuk maju ke Pilpres 2024?





“Bergantung bargaining politik yang dimiliki Anies, menjadi kader parpol baik untuk menjamin keterusungan, sekaligus menjamin loyalitas Anies pada parpol pengusung jika kemudian ia memenangi pilpres,” kata Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada SINDOnews, Selasa (31/5/2022).

Menurut dia, bergabung dengan parpol menguntungkan dari sisi komitmen politik. “Jaminan keterusungan dan kontrol politik atas manuver dan kebijakan Anies, sekaligus memperkuat mesin politik,” katanya.

Namun, dia menilai tidak bergabung dengan parpol pun tetap baik. Karena, lanjut dia, saat ini kepercayaan publik pada parpol terus menurun.



“Sehingga akan menguntungkan koalisi parpol pengusung Anies karena dapat menggiring pemilih yang tidak menjadi basis parpol, artinya nama Anies bisa saja menguat karena faktor non-kader parpol,” imbuhnya.

Sementara itu, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin mengingatkan masa jabatan Anies Baswedan sebagai gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada Oktober 2022. Setelah masa jabatan itu berakhir, Ujang menilai Anies Baswedan bisa saja akan kesulitan mendapatkan momen atau panggung politik untuk tetap menjaga dan menaikkan elektabilitasnya.

“Dan saat ini yang punya tiket pencapresan itu partai. Jika partai politik tak mau menjadikan Anies capres atau cawapres, maka Anies bisa lewat, artinya bisa tak mendapatkan dukungan partai,” kata Ujang kepada SINDOnews secara terpisah.



Karena, dia melihat partai-partai politik akan berusaha mengutamakan atau memprioritaskan ketua umum atau internal masing-masing untuk menjadi kandidat Pilpres 2024. “Namun semuanya kembali pada Anies, masuk partai punya konsekuensi dan tak masuk partai pun punya konsekuensi. Jadi, pilihan masuk partai bisa saja pilihan baik bagi Anies untuk bisa amankan tiket pencapresan,” pungkas Ujang.

Pendapat berbeda dikatakan oleh Pengamat Politik sekaligus Direktur IndoStrategi Research and Consulting Arif Nurul Imam. “Apakah Anies Baswedan harus masuk parpol guna mendapatkan tiket pipres? Saya kira ada plus minusnya,” kata Arif.

Dia mengatakan, jika masuk parpol maka keleluasaan bergerak akan makin sempit dalam menjaga dan menaikkan elektabilitas. “Sementara jika tidak berpartai Anies bisa leluasa bergerak dan relatif dipandang sebagai orang independen, sehingga jika elektabilitas tinggi potensial dilamar parpol,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasdem Hormati Keputusan...
Nasdem Hormati Keputusan Jokowi jika Bergabung dengan PSI
Menakar Peluang Jokowi...
Menakar Peluang Jokowi Gabung PSI
Menakar Peluang Kolaborasi...
Menakar Peluang Kolaborasi Politik Jokowi dan PSI Menuju 2029
Bergabung ke Demokrat,...
Bergabung ke Demokrat, Mantan Wasekjen PBB Optimistis Dongkrak Suara di Pemilu 2029
Anies Baswedan: RUU...
Anies Baswedan: RUU TNI Jangan Sampai Alihkan Prajurit dari Tugas Utamanya
AHY Tunjuk 7 Waketum...
AHY Tunjuk 7 Waketum Partai Demokrat, Ada Dede Yusuf hingga Edhie Baskoro Yudhoyono
Tunjuk Irwan Fecho Jadi...
Tunjuk Irwan Fecho Jadi Bendum Demokrat, AHY: Tugas Berat Gantikan Renville Antonio
Irfan Niti Sasmita Jadi...
Irfan Niti Sasmita Jadi Plt Ketua DPD Perindo Bogor, Ferry Kurnia: Pererat Koordinasi dengan Pemda dan Masyarakat
Menjelang Muktamar PPP,...
Menjelang Muktamar PPP, Mardiono Didorong Maju Jadi Ketum dari Berbagai DPW
Rekomendasi
Raih Kemenangan Idulfitri...
Raih Kemenangan Idulfitri dengan Film-film Terbaik dan Seru hanya di RCTI!
Tenny Tap Ungkap Kisah...
Tenny Tap Ungkap Kisah Perempuan Cantik yang Diteror Genderewo
Hingga H-2 Lebaran,...
Hingga H-2 Lebaran, 1,6 Juta Penumpang Sudah Mudik dengan Kereta Api
Berita Terkini
H-1 Lebaran, Arus Lalin...
H-1 Lebaran, Arus Lalin di Tol Cipali dan Pantura Cirebon Ramai Lancar
39 menit yang lalu
Kemenko Polkam Nilai...
Kemenko Polkam Nilai Kebijakan WFA Efektif Urai Kepadatan Mudik Lebaran
53 menit yang lalu
Prabowo Salat Idulfitri...
Prabowo Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal Dilanjutkan Open House di Istana
4 jam yang lalu
3 Letjen TNI Teman Seangkatan...
3 Letjen TNI Teman Seangkatan Jenderal Agus Subiyanto, Salah Satunya Peraih Adhi Makayasa
6 jam yang lalu
PCINU Yordania dan Perusahaan...
PCINU Yordania dan Perusahaan Air Mineral Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Palestina
7 jam yang lalu
2 Pati Polri Naik Pangkat...
2 Pati Polri Naik Pangkat Jadi Jenderal Bintang 3, Nomor 1 Jebolan Akpol 1992
10 jam yang lalu
Infografis
43 Negara yang akan...
43 Negara yang akan Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved