Tak Bayar Pajak ke Negara, Gerindra Kritik Kerja Sama Kemendikbud-Netflix
Selasa, 23 Juni 2020 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Kemendikbud sendiri dinilainya belum melakukan kajian secara komperhensif. Untuk itu dirinya mengingatkan agar Kemendikbud dalam mengambil semua kebijakan harus punya kerangka berfikir secara utuh. Sebab, tambah Ali, Jangankan untuk bisa membuka dan menikmati Netflix, faktanya masih banyak daerah yang belum bisa mendapat sinyal internet, terutama di daerah-daerah 3T. Kemendikbud dalam mengambil kebijakan jangan Jakarta sentris, tapi harus indonesia sentris. “Sudah dikaji belum secara utuh kerja sama ini. Jangankan menikmati tayangan Netflix, untuk mengakses internet saja kan masih banyak yang kesulitan. Terutama didaerah-daerah 3T. Pemerataan akses internet masih belum optimal,” tegas Ali.
Ali pun menyayangkan kerja sama Netflix dan Kemendikbud di tengah potensi TV Edukasi yang belum dioptimalkan. Padahal, di Kemendikbud ada Pustekkom atau TV Edukasi sebagai televisi pendidikan yang berada di bawah Kemendikbud secara langsung.
Ali sendiri mengakui pernah datang langsung ke Studio TV Edukasi Pusdatin/ Pustekkom Kemendikbud. Menurutnya peralatan dan jaringan lengkap, SDM juga mumpuni itu saja di kuatkan tidak perlu bekerja sama dengan Netflix. “Di Kemendikbud itu ada TV Edukasi, justru menjadi pertanyaan kenapa Kemendikbud malah bekerja sama dengan Netflix. Ini kan perlu kita kritisi ada apa sebenarnya dengan kerja sama Netflix dan Kemendikbud. Harusnya Kemendikbud kuatkan TV Edukasi dengan menambah anggarannya. Bukan sebaliknya,” kata Ali. (Baca juga: DPR Anggap Kerja Sama Kemendikbud dengan Netflix Kurang Etis)
Terpisah, Mendikbud Nadiem Makarim menanggapi polemik soal kerja sama dengan Netflix dalam penyediaan konten siaran film dokumenter untuk TVRI sebagai materi ajar selama kegiatan belajar dari rumah. Nadiem mengatakan kerja sama tersebut dilakukan secara gratis dengan tujuan untuk memberikan sajian tontonan mengenai kebhinekaan global. Nadiem juga menyebut mayoritas tontonan yang disajikan Kemendikbud melalui TVRI untuk sajian belajar dari rumah adalah konten-konten lokal. "Konten lokal masih mendominasi dan 100% gratis. Ini bertujuan untuk memberikan kebhinekaan global, knowledge yang global," ujar Nadiem saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR secara virtual, Senin (22/6/2020).
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menambahkan, program kerja sama dengan Netflix tersebut sebenarnya adalah kesepakatan lama. "Perlu diketahui kerja sama dengan Netflix ini sudah dimulai sejak Januari 2020," katanya.
Ali pun menyayangkan kerja sama Netflix dan Kemendikbud di tengah potensi TV Edukasi yang belum dioptimalkan. Padahal, di Kemendikbud ada Pustekkom atau TV Edukasi sebagai televisi pendidikan yang berada di bawah Kemendikbud secara langsung.
Ali sendiri mengakui pernah datang langsung ke Studio TV Edukasi Pusdatin/ Pustekkom Kemendikbud. Menurutnya peralatan dan jaringan lengkap, SDM juga mumpuni itu saja di kuatkan tidak perlu bekerja sama dengan Netflix. “Di Kemendikbud itu ada TV Edukasi, justru menjadi pertanyaan kenapa Kemendikbud malah bekerja sama dengan Netflix. Ini kan perlu kita kritisi ada apa sebenarnya dengan kerja sama Netflix dan Kemendikbud. Harusnya Kemendikbud kuatkan TV Edukasi dengan menambah anggarannya. Bukan sebaliknya,” kata Ali. (Baca juga: DPR Anggap Kerja Sama Kemendikbud dengan Netflix Kurang Etis)
Terpisah, Mendikbud Nadiem Makarim menanggapi polemik soal kerja sama dengan Netflix dalam penyediaan konten siaran film dokumenter untuk TVRI sebagai materi ajar selama kegiatan belajar dari rumah. Nadiem mengatakan kerja sama tersebut dilakukan secara gratis dengan tujuan untuk memberikan sajian tontonan mengenai kebhinekaan global. Nadiem juga menyebut mayoritas tontonan yang disajikan Kemendikbud melalui TVRI untuk sajian belajar dari rumah adalah konten-konten lokal. "Konten lokal masih mendominasi dan 100% gratis. Ini bertujuan untuk memberikan kebhinekaan global, knowledge yang global," ujar Nadiem saat Rapat Kerja dengan Komisi X DPR secara virtual, Senin (22/6/2020).
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menambahkan, program kerja sama dengan Netflix tersebut sebenarnya adalah kesepakatan lama. "Perlu diketahui kerja sama dengan Netflix ini sudah dimulai sejak Januari 2020," katanya.
Lihat Juga :