Puan: Indonesia Rawan Bencana Harus Jadi Kesadaran Pentingnya Mitigasi
Sabtu, 28 Mei 2022 - 14:17 WIB
loading...
Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pentingnya mitigasi bencana bagi wilayah Indonesia yang rawan dilanda bencana alam. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan pentingnya mitigasi bencan a bagi wilayah Indonesia yang rawan dilanda bencana alam. Menurut data World Bank, Indonesia menempati peringkat ke 12 dari 35 negara yang paling rawan bencana. Bahkan diperkirakan lebih dari 40% penduduk Indonesia terancam dengan adanya risiko ini.
"Oleh karena itu, mitigasi bencana ini sangat penting dilakukan untuk keselamatan seluruh warga. Walau pun ada bencana yang tak bisa dihindari seperti gempa bumi, namun dengan mitigasi bencana yang maksimal, dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin," ujar Puan, Sabtu (28/5/2022). Baca juga: Puan: Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Pentingnya Kerja Sama Hadapi Masalah Global
Puan mengatakan, secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Benua Indo-Australia, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik. Selain itu, Indonesia terletak di zona Ring of Fire dimana terdapat banyak sekali gunung api aktif.
Aspek geografis ini menyebabkan Indonesia rawan bencana gempa bumi dan tsunami. "Namun hal ini tentu bisa dimitigasi, misalnya dengan memperbanyak alat deteksi tsunami di wilayah-wilayah rawan. Selain itu, mitigasi dengan memberi sosialisasi pada warga terkait apa yang harus dilakukan saat gempa bumi juga bisa memberi dampak besar," jelas Puan.
Selain bencana geologi, bencana lain yang mengintai Indonesia adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan.
Bencana hidrometeorologi ini disebabkan oleh dua faktor, yakni alam dan ulah manusia. Oleh karena itu, bencana jenis ini masih bisa untuk dicegah.
"Bencana banjir misalnya, bisa dicegah oleh masyarakat dengan tidak membuang sampah ke sungai dan selokan. Pemerintah juga tentunya punya andil besar dengan memastikan tak ada bangunan yang berdiri di daerah resapan air," papar Puan.
"Oleh karena itu, mitigasi bencana ini sangat penting dilakukan untuk keselamatan seluruh warga. Walau pun ada bencana yang tak bisa dihindari seperti gempa bumi, namun dengan mitigasi bencana yang maksimal, dampaknya bisa ditekan seminimal mungkin," ujar Puan, Sabtu (28/5/2022). Baca juga: Puan: Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Pentingnya Kerja Sama Hadapi Masalah Global
Puan mengatakan, secara geografis Indonesia adalah negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik, yaitu lempeng Eurasia, Benua Indo-Australia, Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik. Selain itu, Indonesia terletak di zona Ring of Fire dimana terdapat banyak sekali gunung api aktif.
Aspek geografis ini menyebabkan Indonesia rawan bencana gempa bumi dan tsunami. "Namun hal ini tentu bisa dimitigasi, misalnya dengan memperbanyak alat deteksi tsunami di wilayah-wilayah rawan. Selain itu, mitigasi dengan memberi sosialisasi pada warga terkait apa yang harus dilakukan saat gempa bumi juga bisa memberi dampak besar," jelas Puan.
Selain bencana geologi, bencana lain yang mengintai Indonesia adalah bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan.
Bencana hidrometeorologi ini disebabkan oleh dua faktor, yakni alam dan ulah manusia. Oleh karena itu, bencana jenis ini masih bisa untuk dicegah.
"Bencana banjir misalnya, bisa dicegah oleh masyarakat dengan tidak membuang sampah ke sungai dan selokan. Pemerintah juga tentunya punya andil besar dengan memastikan tak ada bangunan yang berdiri di daerah resapan air," papar Puan.
Lihat Juga :