KSAD Dudung Apresiasi Pangdam Pantau Ketersediaan dan Harga Minyak Goreng
Jum'at, 27 Mei 2022 - 17:54 WIB
loading...
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengapresiasi Pangdam dalam memantau dan memastikan ketersediaan stok minyak goreng sekaligus memonitor harga di pasaran. FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengapresiasi Pangdam dalam memantau dan memastikan ketersediaan stok minyak goreng sekaligus memonitor harga di pasaran.
Hal ini disampaikan KSAD melalui video conference dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jumat (27/5/2022).
Jenderal Dudung melakukan video conference dengan jajaran TNI AD, dari Korem hingga Kodim di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya dan Kodam IX/Udayana. Pertemuan virtual itu membahas berbagai upaya yang telah dilakukan jajaran TNI AD dalam menjaga ketersediaan minyak goreng.
Dalam vicon itu, KSAD menerima penjelasan dari para Pangdam terkait berbagai upaya yang telah dilakukan, mulai pemantauan distribusi dari produsen, agen hingga ke pengecer minyak goreng. Upaya itu dilakukan agar warga memperoleh minyak goreng dengan mudah dan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah.
Dari pemaparan yang disampaikan didapati harga minyak goreng masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab, pengecer masih menjual stok lama, ketika harga masih mahal serta beban biaya distribusi karena kondisi jarak tempuh yang jauh antara distributor, pengecer hingga ke konsumen.
Di beberapa daerah juga terdapat pengecer yang menjual minyak goreng curah dengan harga sesuai HET yaitu Rp14.000. Bahkan di wilayah Sumenep ada yang menjual di bawah HET dengan harga Rp12.750 di tingkat distributor. Harga tertinggi ditemukan di Garut, Jawa Barat dengan harga jual dari pengecer ke konsumen sebesar Rp25.000/liter.
KSAD menyampaikan ke jajaran di daerah agar terus memantau dan mengendalikan distribusi maupun harga minyak goreng di pasaran untuk membantu masyarakat. Ini selaras perintah Harian KSAD ke-5 bahwa TNI AD harus hadir di tengah kesulitan masyarakat dan senantiasa menjadi solusi.
Hal ini disampaikan KSAD melalui video conference dari Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jumat (27/5/2022).
Jenderal Dudung melakukan video conference dengan jajaran TNI AD, dari Korem hingga Kodim di wilayah Kodam Jaya/Jayakarta, Kodam III/Siliwangi, Kodam IV/Diponegoro, Kodam V/Brawijaya dan Kodam IX/Udayana. Pertemuan virtual itu membahas berbagai upaya yang telah dilakukan jajaran TNI AD dalam menjaga ketersediaan minyak goreng.
Dalam vicon itu, KSAD menerima penjelasan dari para Pangdam terkait berbagai upaya yang telah dilakukan, mulai pemantauan distribusi dari produsen, agen hingga ke pengecer minyak goreng. Upaya itu dilakukan agar warga memperoleh minyak goreng dengan mudah dan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah.
Dari pemaparan yang disampaikan didapati harga minyak goreng masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sebab, pengecer masih menjual stok lama, ketika harga masih mahal serta beban biaya distribusi karena kondisi jarak tempuh yang jauh antara distributor, pengecer hingga ke konsumen.
Di beberapa daerah juga terdapat pengecer yang menjual minyak goreng curah dengan harga sesuai HET yaitu Rp14.000. Bahkan di wilayah Sumenep ada yang menjual di bawah HET dengan harga Rp12.750 di tingkat distributor. Harga tertinggi ditemukan di Garut, Jawa Barat dengan harga jual dari pengecer ke konsumen sebesar Rp25.000/liter.
KSAD menyampaikan ke jajaran di daerah agar terus memantau dan mengendalikan distribusi maupun harga minyak goreng di pasaran untuk membantu masyarakat. Ini selaras perintah Harian KSAD ke-5 bahwa TNI AD harus hadir di tengah kesulitan masyarakat dan senantiasa menjadi solusi.
Lihat Juga :