Puan: Pandemi Covid-19 Jadi Wake Up Call Pentingnya Kerja Sama Hadapi Masalah Global
Kamis, 26 Mei 2022 - 20:22 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan komitmen memajukan kepentingan bersama dan kerja sama telah dilakukan sejak Konferensi Asia Afrika 1955. "Diperlukan upaya bersama dalam menyelesaikan permasalahan global seperti kerentanan pangan, energi, air bersih sanitasi, dan kelestarian alam," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini di hadapan delegasi berbagai negara.
Dia melanjutkan, persaingan ekonomi global dan perkembangan industri telah menciptakan gap antarnegara dalam mengeksploitasi alam, pemanfaatan teknologi, dan jalannya pembangunan yang berkaitan dengan lingkungan hidup seperti infrastruktur, perumahan, irigasi, pertanian, kehutanan, dan lain sebagainya. Di sisi yang lain, juga terdapat gap capaian kemajuan antarnegara, sehingga memiliki sikap yang berbeda dalam mengeksploitasi alam sebagai sumber untuk pendapatan negara.
Namun, dia berharap ke depannya setiap negara bisa memiliki komitmen untuk membangun resiliensi bencana yang berpusat pada manusia (people-centered). Hal itu bisa dimulai dari membangun kesadaran dan komitmen untuk menjaga kelestarian dan daya dukung alam dan lingkungan hidup.
"Pada tahap selanjutnya, dituntut kemauan bersama dalam membangun tata dunia ekosistem industri dan perekonomian yang ramah terhadap lingkungan hidup," kata mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini.
Puan mengingatkan soal deklarasi Dasasila Bandung 1955 yang bercita-cita setiap bangsa merdeka dan sejahtera. Namun ia prihatin sampai saat ini masih ditemukan berbagai kasus kekurangan pangan, air bersih, kerusakan lingkungan hidup, dan pencemaran lingkungan hidup. Oleh karena itu, diperlukan perubahan cara berpikir.
"Suatu cara berpikir bahwa kita tidak saja mengambil dari alam, tetapi kita harus memulihkan alam kembali kepada ekosistem yang baik," imbuhnya.
Dia melanjutkan, persaingan ekonomi global dan perkembangan industri telah menciptakan gap antarnegara dalam mengeksploitasi alam, pemanfaatan teknologi, dan jalannya pembangunan yang berkaitan dengan lingkungan hidup seperti infrastruktur, perumahan, irigasi, pertanian, kehutanan, dan lain sebagainya. Di sisi yang lain, juga terdapat gap capaian kemajuan antarnegara, sehingga memiliki sikap yang berbeda dalam mengeksploitasi alam sebagai sumber untuk pendapatan negara.
Namun, dia berharap ke depannya setiap negara bisa memiliki komitmen untuk membangun resiliensi bencana yang berpusat pada manusia (people-centered). Hal itu bisa dimulai dari membangun kesadaran dan komitmen untuk menjaga kelestarian dan daya dukung alam dan lingkungan hidup.
"Pada tahap selanjutnya, dituntut kemauan bersama dalam membangun tata dunia ekosistem industri dan perekonomian yang ramah terhadap lingkungan hidup," kata mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini.
Puan mengingatkan soal deklarasi Dasasila Bandung 1955 yang bercita-cita setiap bangsa merdeka dan sejahtera. Namun ia prihatin sampai saat ini masih ditemukan berbagai kasus kekurangan pangan, air bersih, kerusakan lingkungan hidup, dan pencemaran lingkungan hidup. Oleh karena itu, diperlukan perubahan cara berpikir.
"Suatu cara berpikir bahwa kita tidak saja mengambil dari alam, tetapi kita harus memulihkan alam kembali kepada ekosistem yang baik," imbuhnya.
Lihat Juga :