Temui Presiden Jokowi, Majelis Rakyat Papua Butuh Kepastian soal DOB

Senin, 23 Mei 2022 - 09:08 WIB
loading...
Temui Presiden Jokowi, Majelis Rakyat Papua Butuh Kepastian soal DOB
Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat pada Jumat 20 Mei 2022 menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Majelis Rakyat Papua Barat pada Jumat 20 Mei 2022 menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor. Pada pertemuan ini dibahas soal Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.

Baca juga: Megawati Sentil Mendagri soal Daerah Otonomi Baru

"Pertama kami sampaikan apresiasi dan terima kasih banyak kepada Bapak Presiden, atas permintaan kami untuk audiensi diterima dengan baik oleh Bapak Presiden," kata Bupati Jayapura Mathius Awoitauw yang mewakili rombongan dalam keterangannya, Senin (23/5/2022).



Menurut Mathius, ini untuk mengklarifikasi mengenai simpang siurnya informasi mengenai penerapan pelaksanaan Undang-Undang (UU) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus (Otsus) di Provinsi Papua.

"Dan di dalamnya adalah daerah otonomi baru, khusus untuk di Provinsi Papua, ada DOB Papua Selatan, Papua Pegunungan Tengah, dan Papua Tengah," ungkapnya.

Mathius melanjutkan, rencana pembentukan DOB tersebut merupakan aspirasi murni warga Papua yang telah diperjuangkan sejak lama. Papua Selatan misalnya, disebutnya telah diperjuangkan selama 20 tahun.

"Jadi ini bukan hal yang baru muncul tiba-tiba. Tapi ini adalah aspirasi murni, baik dari Papua Selatan maupun Tabi, Saereri, juga La Pago dan Mee Pago," tuturnya.

Lebih lanjut Mathius menjelaskan, aspirasi yang didorong berdasarkan pada wilayah adat, bukan berdasarkan demonstrasi di jalan. Menurutnya, masyarakat Papua berharap bagaimana DOB ke depan itu bisa menjadi harapan mereka untuk mempercepat kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Menurut Mathius, UU Otsus itu mengikat semua masyarakat di seluruh tanah Papua. Sehingga ada kepastian hukum untuk mengelola ruang-ruang yang dimiliki oleh masyarakat adat berdasarkan tujuh wilayah adat di tanah Papua.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1310 seconds (10.55#12.26)