Harkitnas, Denny JA Luncurkan Website 300 Karya yang Bisa Diakses Gratis
Jum'at, 20 Mei 2022 - 16:30 WIB
loading...
A
A
A
Dennya JA menuturkan, timnya telah bekerja selama 5 tahun untuk mendigitalkan sekitar 300 karyanya. Sekitar 100 karya di bidang fiksi, 200 karya di bidang nonfiksi. Sebanyak 100 karya sudah diterjemahkan atau diberi substitel bahasa Inggris. Tak hanya teks, tapi karya Denny JA juga dalam bentuk video orasi, video animasi hingga film.
Ratusan karya itu merupakan hasil perjalanan 40 tahun Denny JA berkarya sejak 1981. Dulu ketika mahasiswa, Denny yang mengaku berasal dari keluarga sangat sederhana menulis kolom di berbagai media nasional untuk membiayai kuliah.
Baca juga: Makin Eksis, Komunitas Puisi Esai Dapat Undangan dari Panitia Nobel Sastra
"Namun kini, karena saya sudah memiliki sekitar 30 usaha bisnis lain, menulis bagi saya adalah derma. Karena itu saya dermakan semua karya saya untuk bisa diakses secara gratis. Website ini membuat sebanyak 300 karya itu bisa diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun, tanpa perlu membayar satu rupiah pun," katanya.
Dengan peluncuran website Denny JA di Hari Kebangkitan Nasional diharapkan ke depan terjadi kebangkitan dunia literasi. Riset menunjukkan bahwa negara yang literasinya kuat, penduduknya lebih bahagia.
Ratusan karya itu merupakan hasil perjalanan 40 tahun Denny JA berkarya sejak 1981. Dulu ketika mahasiswa, Denny yang mengaku berasal dari keluarga sangat sederhana menulis kolom di berbagai media nasional untuk membiayai kuliah.
Baca juga: Makin Eksis, Komunitas Puisi Esai Dapat Undangan dari Panitia Nobel Sastra
"Namun kini, karena saya sudah memiliki sekitar 30 usaha bisnis lain, menulis bagi saya adalah derma. Karena itu saya dermakan semua karya saya untuk bisa diakses secara gratis. Website ini membuat sebanyak 300 karya itu bisa diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun, tanpa perlu membayar satu rupiah pun," katanya.
Dengan peluncuran website Denny JA di Hari Kebangkitan Nasional diharapkan ke depan terjadi kebangkitan dunia literasi. Riset menunjukkan bahwa negara yang literasinya kuat, penduduknya lebih bahagia.
(abd)
Lihat Juga :