UAS Ditolak Singapura, Wamenag: Prabowo dan Gatot Nurmantyo Alami Hal Serupa

Jum'at, 20 Mei 2022 - 14:13 WIB
loading...
UAS Ditolak Singapura,...
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid menyebut penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) merupakan hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid menyebut penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) merupakan hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab pejabat lainnya seperti Menhan Prabowo Subianto dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga pernah mengalami hal serupa.

"Saya merasa ikut prihatin atas kejadian yang menimpa UAS yang ditolak masuk ke Singapura oleh pihak Imigrasi. Saya kira masih banyak kejadian serupa yang menimpa warga negara Indonesia lainnya, jadi menurut saya hal biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan," ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/5/2022). Baca juga: Kecam Pemerintah Singapura, Ini Deretan Tokoh yang Bela Ustaz Abdul Somad

Wamenag mencontohkan kejadian serupa misalnya Prabowo Subianto yang pernah tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat (AS) sewaktu ingin menghadiri kelulusan putranya di Boston pada tahun 2000. Serta penolakan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke AS tahun 2017.

Lebih lanjut, Wamenag menyampaikan petugas Imigrasi di berbagai negara termasuk Indonesia juga memiliki otoritas untuk menolak atau menerima warga asing untuk masuk wilayah suatu negara.

Misalnya Indonesia melalui pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Bandara Soekarno Hatta selama tiga bulan terakhir dari bulan Januari-Maret 2022 telah melakukan penolakan masuk 234 warga negara Asing (WNA) dari berbagai negara dengan berbagai alasan.

"Beragam alasan penolakan warga negara asing masuk ke suatu negara selain alasan keimigrasian, misalnya karena masuk dalam daftar cekal, paspor rusak atau palsu, tidak kooperatif, mengganggu ketertiban umum dan lain sebagainya," jelas dia.

Dengan demikian, dirinya mengajak masyarakat untuk membangun sikap hidup yang lebih terbuka dan toleran agar tidak selalu dihantui perasaan curiga dan syak wasangka yang berlebihan. Menurutnya, ajaran agama Islam sendiri juga mengajarkan bahwa umat Islam harus menjauhi prasangka, sebab sebagian prasangka adalah dosa.

"Jadi menurut saya masalah pencekalan terhadap UAS meskipun kita ikut prihatin terhadap kejadian tersebut namun sebaiknya kita tetap bersikap proporsional, tidak perlu emosi yang berlebihan," papar dia.

Zainut juga meminta masyarakat tidak mengaitkan masalah tersebut dengan intervensi politik negara, misal menyebut "pesanan Jakarta". Sebab hal tersebut sangat tidak relevan dan tidak beralasan. Baca juga: Mahfud MD Janji Jernihkan Kasus Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

"Akan lebih bijak jika kita melakukan muhasabah untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
PKB Minta PDIP Tegas...
PKB Minta PDIP Tegas soal Posisi terhadap Pemerintah: Jangan Abu-abu
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Rekomendasi
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Berita Terkini
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved