Siti Nurbaya Apresiasi Aksi Nyata Anak-anak Menjaga Lingkungan
Senin, 22 Juni 2020 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Dari Papua ada Alfa Ahoren yang menjadi Panelis di Paviliun Indonesia, COP 24 UNFCCC, Katowice, Desember 2018. Alfa juga aktif dalam komunitas cinta lingkungan bagi anak muda Papua sebagai bentuk pergerakan menjaga dan mencintai bumi. Lalu ada Laetania Belai Djandam dan Adinda Nanda Saraswati yang merupakan Panelis di Paviliun Indonesia, COP25 UNFCCC, Madrid, Desember 2019.
Laetania juga anggota Dayak Youth Community. Mahasiswa jurusan S1 Health and Human Sciences, the University of Sheffield ini juga volunteer di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), dengan fokus di bidang Planetary Health (kesehatan lingkungan dan kesehatan manusia), dan juga Anggota Komunitas Bogor Mengabdi (bidang lingkungan, Bogor Lestari).
Selain itu ada Ramadhan Subakti yang juga menjadi Panelis di Paviliun Indonesia, COP25 UNFCCC, Madrid, Desember 2019. Anggota Pramuka Saka Wanabakti, Kalpataru Kwartir Nasional ini terpilih mewakili gerakan Pramuka untuk menyuarakan pengendalian perubahan iklim. Lalu ada Sigit Ibrahim Kepala perawat satwa di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa, The Aspinall Foundation.
Sigit juga Anggota Satgas damkar hutan, Pamswakarsa Cagar Alam G. Tilu, BBKSDA Jabar dan Anggota Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I). Dirinya pernah membantu Kementerian LHK sebagai saksi Ahli Penanganan Penegakan Hukum Kehutanan TSL Dirjen Gakkum tahun 2020 dan Polda Jabar tahu 2019. Terakhir ada Octavia Rungkat Tuani, pemenang UN Equator Prize 2019 dan Kalpataru 2019. Octavia berasal dari Masyarakat Adat Dayak Iban Sungai Utik.
Menanggapi sharing pengalaman dari para pahlawan-pahlawan muda lingkungan ini, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian LHK, Rhuanda Agung Suhardiman yang ikut dalam diskusi ini memuji aksi-aksi nyata dari para pelajar muda Indonesia tersebut.
Dirinya berpesan semakin banyak anak-anak muda yang peduli terhadap lingkungan, maka kualitas lingkungan hidup di Indonesia akan semakin baik. "Raise voice not your noise untuk aksi penanggulangan perubahan iklim," ajaknya.
Hadir dalam diskusi virtual ini jajaran pejabat Kementerian LHK yaitu Sekretaris Jenderal, Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Eka Widodo Soegiri TAM LHK, Sri Murniningtyas TAM LHK, Dirjen KSDAE, Dirjen PPI, Dirjen PDASHL, Dirjen Gakkum LHK, Dirjen PSLB3, Kepala Badan P2SDM, Direktur KKH, Kepala Biro KLN, dan Kepala Biro Humas.
Laetania juga anggota Dayak Youth Community. Mahasiswa jurusan S1 Health and Human Sciences, the University of Sheffield ini juga volunteer di Yayasan Alam Sehat Lestari (ASRI), dengan fokus di bidang Planetary Health (kesehatan lingkungan dan kesehatan manusia), dan juga Anggota Komunitas Bogor Mengabdi (bidang lingkungan, Bogor Lestari).
Selain itu ada Ramadhan Subakti yang juga menjadi Panelis di Paviliun Indonesia, COP25 UNFCCC, Madrid, Desember 2019. Anggota Pramuka Saka Wanabakti, Kalpataru Kwartir Nasional ini terpilih mewakili gerakan Pramuka untuk menyuarakan pengendalian perubahan iklim. Lalu ada Sigit Ibrahim Kepala perawat satwa di Pusat Rehabilitasi Primata Jawa, The Aspinall Foundation.
Sigit juga Anggota Satgas damkar hutan, Pamswakarsa Cagar Alam G. Tilu, BBKSDA Jabar dan Anggota Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I). Dirinya pernah membantu Kementerian LHK sebagai saksi Ahli Penanganan Penegakan Hukum Kehutanan TSL Dirjen Gakkum tahun 2020 dan Polda Jabar tahu 2019. Terakhir ada Octavia Rungkat Tuani, pemenang UN Equator Prize 2019 dan Kalpataru 2019. Octavia berasal dari Masyarakat Adat Dayak Iban Sungai Utik.
Menanggapi sharing pengalaman dari para pahlawan-pahlawan muda lingkungan ini, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian LHK, Rhuanda Agung Suhardiman yang ikut dalam diskusi ini memuji aksi-aksi nyata dari para pelajar muda Indonesia tersebut.
Dirinya berpesan semakin banyak anak-anak muda yang peduli terhadap lingkungan, maka kualitas lingkungan hidup di Indonesia akan semakin baik. "Raise voice not your noise untuk aksi penanggulangan perubahan iklim," ajaknya.
Hadir dalam diskusi virtual ini jajaran pejabat Kementerian LHK yaitu Sekretaris Jenderal, Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Eka Widodo Soegiri TAM LHK, Sri Murniningtyas TAM LHK, Dirjen KSDAE, Dirjen PPI, Dirjen PDASHL, Dirjen Gakkum LHK, Dirjen PSLB3, Kepala Badan P2SDM, Direktur KKH, Kepala Biro KLN, dan Kepala Biro Humas.
(maf)
Lihat Juga :