Cerita Puan Maharani Soal Kisah Bung Karno Lolos dari Upaya Pembunuhan
Sabtu, 14 Mei 2022 - 16:09 WIB
loading...
A
A
A
Seperti diketahui, Pada Shalat Idul Adha waktu itu, Ketua PBNU KH Idham Chalid bertindak sebagai imam, sementara khotibnya adalah Wakil Menteri Pertama Bidang Pertahanan dan Keamanan/KSAD Abdul Harris Nasution.
Ketika mendirikan Shalat Id yang dimulai sekitar pukul 7.50 WIB tersebut, Soekarno berada di barisan terdepan jamaah. Di sebelah kirinya ada Abdul Harris Nasution. Di Samping Nasution ada KH Zainul Arifin. Di Samping Kiai Zainul ada KH Saifuddin Zuhri.
Puan mengatakan, empat penembak Bung Karno itu belakangan divonis mati. Mereka adalah Sanusi Firkat, Djajapermana, Kamil, dan Napdi. Tetapi ketika disodorkan dokumen untuk membubuhkan tanda tangan eksekusi, Bung Karno tidak sampai hati.
"Karena kakek saya waktu itu meyakini, bahwa pembunuh yang sesungguhunya adalah orang-orang yang menjadi dalang perbuatan itu," tutur perempuan pertama yang menjadi Menko PMK ini.
Peristiwa itu menjadi percobaan pembunuhan kesekian kali terhadap Bung Karno, setelah peristiwa Cikini 1957.
Ketika mendirikan Shalat Id yang dimulai sekitar pukul 7.50 WIB tersebut, Soekarno berada di barisan terdepan jamaah. Di sebelah kirinya ada Abdul Harris Nasution. Di Samping Nasution ada KH Zainul Arifin. Di Samping Kiai Zainul ada KH Saifuddin Zuhri.
Puan mengatakan, empat penembak Bung Karno itu belakangan divonis mati. Mereka adalah Sanusi Firkat, Djajapermana, Kamil, dan Napdi. Tetapi ketika disodorkan dokumen untuk membubuhkan tanda tangan eksekusi, Bung Karno tidak sampai hati.
"Karena kakek saya waktu itu meyakini, bahwa pembunuh yang sesungguhunya adalah orang-orang yang menjadi dalang perbuatan itu," tutur perempuan pertama yang menjadi Menko PMK ini.
Peristiwa itu menjadi percobaan pembunuhan kesekian kali terhadap Bung Karno, setelah peristiwa Cikini 1957.
(maf)
Lihat Juga :