Pergeseran Kriteria Capres, Rakyat Ingin The Next Jokowi

Rabu, 11 Mei 2022 - 06:57 WIB
loading...
Pergeseran Kriteria...
Kurang dari dua tahun jelang Pilpres 2024, sejumlah nama calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden (cawapres) kian santer disebutkan di ruang publik. Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kurang dari dua tahun jelang Pilpres 2024 , sejumlah nama calon presiden ( capres ) maupun calon wakil presiden (cawapres) kian santer disebutkan di ruang publik. Bahkan, sejumlah lembaga survei juga membuat simulasi-simulasi pasangan, seperti di antaranya ada Prabowo Subianto-Puan Maharani, Ganjar Pranowo-Anies Baswedan, Airlangga Hartarto-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan beberapa simulasi lainnya dari nama-nama tersebut.

Terkait hal ini, Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, masing-masing pasangan memiliki keunggulan dan tantangan tersendiri. Seperti misalnya Prabowo yang unggul di elektabilitas karena beberapa kali maju pilpres, atau kelemahan Puan yang popularitas dan elektabilitasnya masih rendah.

“Nah ini sebetulnya, Pak Prabowo elektabilitas paling tinggi karena ada tabungan elektabilitas sebelumnya, Mbak Puan belum populer,” kata pria yang akrab disapa Hensat ini saat dihubungi, Rabu (11/5/2022).

Baca juga: Pengamat Sebut Ganjar-Erick Kombinasi Ideal Pilpres 2024



Kemudian, Hensat melanjutkan, untuk pasangan Ganjar-Anies, pasangan ini berpeluang untuk diwujudkan. Namun bebannya ada pada Ganjar yang terjerat garis kebijakan PDIP, di mana ada Puan Maharani yang juga disebut akan maju di Pilpres 2024.

"Sebagai politisi PDIP, elektabilitas dia paling tinggi, dan ditaksir beberapa parpol untuk menjadi capres. Namun sebagai kader dia harus ikut arahan partai. Dalam PDIP sendiri, disebut-sebut ada dua nama kuat untuk maju sebagai capres yaitu Puan Maharani dan Ganjar Pranowo," katanya.

Menurut Hensat, siapapun capres dan cawapres yang akan diusung oleh partai politik, masyarakat ingin sosok presiden yang ‘The next Jokowi’. Mengutip hasil riset lembaganya KedaiKOPI, ada pergeseran kriteria calon presiden.

Baca: Airlangga Bisa Jadi Daya Tawar Polarisasi Cebong Kampret di Pilpres 2024

Sebelumnya, masyarakat ingin presiden yang merakyat lalu cerdas, sekarang jadi cerdas dan merakyat. “Perubahan ini menarik, artinya masyarakat sudah move ke calon presiden yang the next Jokowi. Jadi kalau Jokowi merakyat, sekarang coba kita cari yang cerdas dan merakyat,“ terang Hensat.

Dengan kriteria seperti ini, kata dia, maka strategi pemenangan di 2024 akan berbeda. Bukan hanya pencitraan, tapi juga sosok yang cerdas, dan mampu membuktikan hasil kerjanya dalam pembangunan. “Sebelumnya pencitraan bisa didorong sebagai penguat elektabilitas, mungkin setelah kriteria (capres) cerdas, strategi pemenangannya adalah pameran. Pamer-pamer hasil kerja, hasil pembangunan, enggak cuma pamer citra saja,“ pungkas Hensat.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Kasus Tudingan Ijazah...
Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Segera Disidang, Roy Suryo: Kayaknya Ini Didorong Termul yang Ngamuk
Rekomendasi
Cerita Aiman Ricky Jadi...
Cerita Aiman Ricky Jadi Petugas Haji, Belajar Sabar dan Melayani Jemaah
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Ford Batal Gunakan Baterai...
Ford Batal Gunakan Baterai LFP untuk Mobil Listriknya
Berita Terkini
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Tahun Baru Islam, Menag:...
Tahun Baru Islam, Menag: Momentum Pentingnya Dialog dan Merangkul Perbedaan
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved