Pemerintah Diimbau Antisipasi Gimik Politik Terkait Dana Stimulus UMKM

Minggu, 21 Juni 2020 - 10:01 WIB
loading...
Pemerintah Diimbau Antisipasi...
Agar tidak menjadi narasi politik kosong dan gimmick gimik belaka, Pemerintah diminta benar-benar melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Agar tidak menjadi narasi politik kosong dan gimmick gimik belaka, Pemerintah diminta benar-benar melibatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengalokasikan anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) imbas dari pandemi virus Corona (Covid-19).

(Baca juga: Update Corona 20 Juni 2020: 45.029 Positif, 17.883 Sembuh, 2.429 Meninggal Dunia)

Demikian disampaikan Presiden Santri Milenial Centre (Simac), Nur Rohman merespons dinamika perkembangan program stimulus pemerintah pusat bagi UMKM yang menyentuh Rp123,46 triliun. (Baca juga: Dokter Reisa: Rapid Test untuk Menemukan OTG Covid-19)

Sebagai pihak yang terlibat dalam pembinaan ribuan pelaku UMKM di seluruh Indonesia, pihaknya melihat sejak program stimulus UMKM diluncurkan pemerintah pusat sejak akhir Maret lalu belum nampak konkret dirasakan dibawah jejaring SiMaC.

Menurut Rohman, sejauh ini ia mendapatan laporan belum ada upaya pemerintah menyasar dan melibarkan para kelompok UMKM yang benar-benar terdampak Covid-19.

"Kami ini terlibat pembinaan kelompok UMKM paling bawah jumlahnya ribuan, belum lagi organisasi komunitas kumpulan UMKM yang berjejaring dengan kita. Sampai saat ini belum ada sentuhan apapun dari pemerintah pusat. Kalau hal ini terus terjadi stimulus ratusan triliun yang digaungkan pemerintah akan menjadi narasi kosong dan gimik politik semata," kata Rohman, Minggu (21/6/2020).

Lebih lanjut Rohman menyebutkan, pandemik Covid-19 seharusnya menjadi momentum kehadiran negara dalam memperbaiki tata kelola UMKM di Indonesia.

Rohman menyontohkan, program pembiayaan kepada Koperasi melalui dana bergulir senilai Rp1 Triliun itu yang disiapkan pemerintah harusnya didistribusikan pada pelaku UMKM terdampak di level terbawah.

"Ini saatnya kehadiran pemerintah memberikan edukasi untuk bisa complay pada lembaga pemberi kredit baik KSP maupun Bank. Jangan karena ketidak siapan data di jadikan alasan untuk penolakan UMKM," ucapnya.

Kementerian Koperasi dan UMKM harus menyentuh para pelaku UMKM yang belum masuk dalam data pemerintah. Dengan demikian, berbagai program yang digaungkan pemerintah untuk pemulihan ekonomi benar-benar berjalan sesuai dengan target.

"Pandemi Corona ini harus jadi hikmah kehadiran negara mengurusi UMKM di Indonesia, jangan sampai dana segar dan program relaksasi yang diterbitkan pemerintah justru dinikmati oleh segelintir kelompok yang sudah dekat dengan pemerintah. Ini momentum negara melakukan perbaikan tata kelola pembangunan ekonomi melalui pemberdayaan UMKM," tandas mantan Direktur Lazisnu ini.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Berita Terkini
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikabulkan Penangguhan Penahannya, Kubu Jokowi Buka Suara
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved