Fahri Hamzah Ingin Tulis Surat Terbuka untuk Jokowi, Puan dan Ketua MK, Ini Isinya
Kamis, 05 Mei 2022 - 20:38 WIB
loading...
A
A
A
“Sebuah pesan penting harus kita sampaikan kepada elite kita sekarang juga sebelum terlambat. Saya bingung karena terlalu banyak judul yg ingin saya Tuliskan, Karena terlalu banyak yang ingin saya katakan, menjadi terlalu banyak hestek yang ingin saya Tuliskan: #Selamatkan2024,” katanya lagi.
Mantan Wakil Ketua DPR ini menjelaskan, tagar ini ia tuliskan karena ada begitu banyak persoalan prinsipal yang harus dijernihkan dalam sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia, yang mana efek kekeliruan dan kesalahan telah melahirkan efek domino dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Saya tulis #Selamatkan2024 sebagai titik tolak, Karena banyak hal yg harus kita jernihkan dari begitu banyak hal prinsipil dlm sistem politik dan ketatanegaraan kita, yg kekeliruan dan kesalahan di dalamnya telah melahirkan efek buruk berantai dlm penyelenggaraan pemerintahan,” tulis Fahri.
Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini melihat kesalahan dan kekeliruan ini nampaknya dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya pemikiran ulang secara filosofis dan mendalam untuk segera dijernihkan. “Kesalahan dan kekeliruan tersebut tampak dilakukan pembiaran tanpa ada upaya memikirkan ulang secara filosofis dan mendalam untuk dijernihkan. Atau jika itu bukan merupakan pembenaran, maka Mungkin kita bisa katakan semacam kekeliruan umum,” sambungnya.
Fahri menerangkan, jika dalam sebuah negara ada yang disebut kebaikan umum, maka ada yang sebaliknya yakni kekeliruan umum sebagaimana yang dihadapi hari ini. Salah satu buktinya adalah banyak yang tidak sadar bahwa sistem politik ini sesuatu yang salah dan buruk.
Mantan Wakil Ketua DPR ini menjelaskan, tagar ini ia tuliskan karena ada begitu banyak persoalan prinsipal yang harus dijernihkan dalam sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia, yang mana efek kekeliruan dan kesalahan telah melahirkan efek domino dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Saya tulis #Selamatkan2024 sebagai titik tolak, Karena banyak hal yg harus kita jernihkan dari begitu banyak hal prinsipil dlm sistem politik dan ketatanegaraan kita, yg kekeliruan dan kesalahan di dalamnya telah melahirkan efek buruk berantai dlm penyelenggaraan pemerintahan,” tulis Fahri.
Politikus asal Nusa Tenggara Barat (NTB) ini melihat kesalahan dan kekeliruan ini nampaknya dibiarkan begitu saja tanpa adanya upaya pemikiran ulang secara filosofis dan mendalam untuk segera dijernihkan. “Kesalahan dan kekeliruan tersebut tampak dilakukan pembiaran tanpa ada upaya memikirkan ulang secara filosofis dan mendalam untuk dijernihkan. Atau jika itu bukan merupakan pembenaran, maka Mungkin kita bisa katakan semacam kekeliruan umum,” sambungnya.
Fahri menerangkan, jika dalam sebuah negara ada yang disebut kebaikan umum, maka ada yang sebaliknya yakni kekeliruan umum sebagaimana yang dihadapi hari ini. Salah satu buktinya adalah banyak yang tidak sadar bahwa sistem politik ini sesuatu yang salah dan buruk.
Lihat Juga :