Bibit Siklon Tropis 90W Terdeteksi di Utara Halmahera, Berikut Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Rabu, 04 Mei 2022 - 06:49 WIB
loading...
BMKG mendeteksi Bibit Siklon Tropis 90W yang terpantau di Samudera Pasifik utara Halmahera dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot dan tekanan udara minimum 1008,7 hPa. Foto/BMKG
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi Bibit Siklon Tropis 90W yang terpantau di Samudera Pasifik utara Halmahera dengan kecepatan angin maksimum mencapai 15 knot dan tekanan udara minimum 1008,7 hPa.
“Sistem ini berpropagasi perlahan ke arah barat dan memiliki potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori rendah,” ungkap BMKG dikutip dari laman resminya, Selasa (3/5/2022). Baca juga: BMKG: Anomali Suhu Udara Bulan April Tertinggi ke-10 Sepanjang Periode Pengamatan 1981
BMKG mengatakan sistem ini membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Samudera Pasifik timur Filipina hingga Filipina bagian selatan dan dari perairan utara Halmahera hingga Samudera Pasifik utara Halmahera.
Selain itu, pusat tekanan rendah terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di Kamboja bagian selatan yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang di Samudera Hindia barat Sumatera Utara-Sumatera Barat, di Samudera Hindia barat Banten, di Kamboja, dan dari Thailand bagian selatan hingga Teluk Thailand.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis/pusat tekanan rendah dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” kata BMKG. Baca juga: Berpusat di Daratan, BMKG Sebut Gempa Pesawaran Akibat Aktivitas di Dekat Gunung Bentung
“Sistem ini berpropagasi perlahan ke arah barat dan memiliki potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori rendah,” ungkap BMKG dikutip dari laman resminya, Selasa (3/5/2022). Baca juga: BMKG: Anomali Suhu Udara Bulan April Tertinggi ke-10 Sepanjang Periode Pengamatan 1981
BMKG mengatakan sistem ini membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Samudera Pasifik timur Filipina hingga Filipina bagian selatan dan dari perairan utara Halmahera hingga Samudera Pasifik utara Halmahera.
Selain itu, pusat tekanan rendah terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di Kamboja bagian selatan yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang di Samudera Hindia barat Sumatera Utara-Sumatera Barat, di Samudera Hindia barat Banten, di Kamboja, dan dari Thailand bagian selatan hingga Teluk Thailand.
“Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis/pusat tekanan rendah dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut,” kata BMKG. Baca juga: Berpusat di Daratan, BMKG Sebut Gempa Pesawaran Akibat Aktivitas di Dekat Gunung Bentung
Lihat Juga :