PKS Janji Perjuangkan Aspirasi Ulama dan Habaib soal RUU HIP
Sabtu, 20 Juni 2020 - 09:40 WIB
loading...
Kelompok Ulama dan Habaib mendatangi Fraksi PKS DPR untuk menyampaikan aspirasi mereka mengenai RUU HIP yang sedang dibahas di Baleg DPR RI, Jumat 19 Juni 2020. Foto/SINDOnews/Rico Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Kelompok Ulama dan Habaib mendatangi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR untuk menyampaikan aspirasi mereka mengenai Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sedang dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Jumat 19 Juni 2020
Rombongan yang hadir terdiri dari perwakilan delapan organisasi masyarakat di Jakarta, yaitu Majelis adat Betawi, GENTARI (Generasi cinta negeri), FAHMI TAMAMI (Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla Indonesia), GMJ (Gerakan Masyarakat Jakarta), Forum Komunikasi Betawi Jawa, Wadah Silaturahmi Ulama, Jawara Jaga Kampung Nusantara dan FMMBI (Forum Musyawarah Majelis Bangsa Indonesia). (Baca juga: Desmond: Penguasa Sekarang Ingin Kultuskan Pemikiran Soekarno lewat RUU HIP)
Kedatangan mereka di terima oleh Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, Bendahara Fraksi PKS yang juga Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsy serta Anggota DPR RI Dapil Jakarta Timur Anis Byarwati. Habib Muchsin dari FMMBI (Forum Musyawarah Majelis Bangsa Indonesia) menyampaikan aspirasi para ulama dan habaib yang dituangkan dalam pernyataan sikap.
Pernyataan sikap tersebut didasari empat poin pertimbangan, yaitu tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan Ajaran Komunisme, Leninisme dan Marxisme, RUU HIP terindikasi melemahkan Pancasila terutama sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjadi ruh dari sila-sila lainnya, RUU HIP memancing perdebatan ideologis yang bisa mengarah pada perpecahan bangsa, serta RUU HIP merendahkan martabat dan kedudukan Pancasila. Maka itu, para Ulama dan Habaib dengan tegas menolak RUU HIP dan meminta DPR agar membatalkan RUU ini.
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyampaikan bahwa PKS akan selalu ada dan berjalan bersama rakyat. Kata dia, PKS mendengar aspirasi rakyat sehingga hari aspirasi yang pada awalnya hanya hari Selasa, kini ditambah di hari Jumat dengan prosedur ajuan aspirasi yang sangat mudah, sehingga Fraksi PKS dapat menampung aspirasi masyarakat lebih banyak.
Rombongan yang hadir terdiri dari perwakilan delapan organisasi masyarakat di Jakarta, yaitu Majelis adat Betawi, GENTARI (Generasi cinta negeri), FAHMI TAMAMI (Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla Indonesia), GMJ (Gerakan Masyarakat Jakarta), Forum Komunikasi Betawi Jawa, Wadah Silaturahmi Ulama, Jawara Jaga Kampung Nusantara dan FMMBI (Forum Musyawarah Majelis Bangsa Indonesia). (Baca juga: Desmond: Penguasa Sekarang Ingin Kultuskan Pemikiran Soekarno lewat RUU HIP)
Kedatangan mereka di terima oleh Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, Bendahara Fraksi PKS yang juga Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsy serta Anggota DPR RI Dapil Jakarta Timur Anis Byarwati. Habib Muchsin dari FMMBI (Forum Musyawarah Majelis Bangsa Indonesia) menyampaikan aspirasi para ulama dan habaib yang dituangkan dalam pernyataan sikap.
Pernyataan sikap tersebut didasari empat poin pertimbangan, yaitu tidak dicantumkannya TAP MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan Ajaran Komunisme, Leninisme dan Marxisme, RUU HIP terindikasi melemahkan Pancasila terutama sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjadi ruh dari sila-sila lainnya, RUU HIP memancing perdebatan ideologis yang bisa mengarah pada perpecahan bangsa, serta RUU HIP merendahkan martabat dan kedudukan Pancasila. Maka itu, para Ulama dan Habaib dengan tegas menolak RUU HIP dan meminta DPR agar membatalkan RUU ini.
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyampaikan bahwa PKS akan selalu ada dan berjalan bersama rakyat. Kata dia, PKS mendengar aspirasi rakyat sehingga hari aspirasi yang pada awalnya hanya hari Selasa, kini ditambah di hari Jumat dengan prosedur ajuan aspirasi yang sangat mudah, sehingga Fraksi PKS dapat menampung aspirasi masyarakat lebih banyak.
Lihat Juga :