4 Pejabat yang Terkena OTT KPK dalam Setahun Terakhir
Kamis, 28 April 2022 - 16:44 WIB
loading...
Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari. FOTO/ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
A
A
A
JAKARTA - Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi ( OTT KPK ), Selasa malam hingga Rabu pagi (26-27/4/2022), berhasil menjaring sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk Bupati Bogor Ade Yasin. Ini bukan pertama kali pejabat ditangkap . Dalam kurun waktu setahun terakhir telah terjadi beberapa kali penangkapan oleh KPK.
Mengutip Jurnal KPK, Operasi Tangkap Tangan atau Hand Arrest Operation yang dilakukan KPK adalah bentuk upaya dalam pemberantasan korupsi melalui sebuah operasi rahasia alias Silent Operation untuk menangkap pelaku tindak korupsi. Namun, beberapa waktu yang lalu sempat muncul wacana, KPK tidak akan lagi memakai istilah OTT dan diganti menjadi Tangkap Tangan.
Dihimpun dari pemberitaan SINDOnews, berikut beberapa pejabat yang terkena OTT KPK dalam setahun terakhir.
1. Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud
![4 Pejabat yang Terkena OTT KPK dalam Setahun Terakhir]()
Tersangka Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur usai menjalani pemeriksaan lanjutani di Gedung Meraih Putih KPK Kuningan Jakarta, Rabu (16/02/2022). FOTO/DOK.SINDOnews/SUTIKNO
KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap beberapa orang di Penajam Paser Utara, termasuk Bupati Abdul Gafur Mas'ud pada Rabu, 12 Februari 2022. Abdul Gafur beserta beberapa orang lainnya ditangkap atas dugaan penerimaan suap terkait kegiatan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
2. Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin
![4 Pejabat yang Terkena OTT KPK dalam Setahun Terakhir]()
Tersangka Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin angin berjalan keluar gedung KPK, Jakarta, Senin (7/2/2022). FOTO/DOK.SINDOnews/SUTIKNO
Pada 18 Januari 2022, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin beserta beberapa ASN dan pihak swasta lain diamankan oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Setelah dilakukan penyidikan, Bupati Langkat ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2020-2022.
Mengutip Jurnal KPK, Operasi Tangkap Tangan atau Hand Arrest Operation yang dilakukan KPK adalah bentuk upaya dalam pemberantasan korupsi melalui sebuah operasi rahasia alias Silent Operation untuk menangkap pelaku tindak korupsi. Namun, beberapa waktu yang lalu sempat muncul wacana, KPK tidak akan lagi memakai istilah OTT dan diganti menjadi Tangkap Tangan.
Dihimpun dari pemberitaan SINDOnews, berikut beberapa pejabat yang terkena OTT KPK dalam setahun terakhir.
1. Bupati Penajam Paser Utara, Abdul Gafur Mas'ud

Tersangka Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur usai menjalani pemeriksaan lanjutani di Gedung Meraih Putih KPK Kuningan Jakarta, Rabu (16/02/2022). FOTO/DOK.SINDOnews/SUTIKNO
KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap beberapa orang di Penajam Paser Utara, termasuk Bupati Abdul Gafur Mas'ud pada Rabu, 12 Februari 2022. Abdul Gafur beserta beberapa orang lainnya ditangkap atas dugaan penerimaan suap terkait kegiatan pengadaan barang dan jasa serta perizinan di Kabupaten Penajam Paser Utara.
2. Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin

Tersangka Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin angin berjalan keluar gedung KPK, Jakarta, Senin (7/2/2022). FOTO/DOK.SINDOnews/SUTIKNO
Pada 18 Januari 2022, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin beserta beberapa ASN dan pihak swasta lain diamankan oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT). Setelah dilakukan penyidikan, Bupati Langkat ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Langkat Tahun Anggaran 2020-2022.
Lihat Juga :