Ketika Indonesia Harus Membayar Utang ke Belanda dalam Konferensi Meja Bundar

Selasa, 26 April 2022 - 12:41 WIB
loading...
Ketika Indonesia Harus...
Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda pada 23 Agustus sampai 2 November 1949. FOTO/Daan Noske/Anefo via WIKIPEDIA
A A A
JAKARTA - Konferensi Meja Bundar (KMB) adalah sebuah pertemuan yang dilakukan di Den Haag, Belanda pada 23 Agustus sampai 2 November 1949. Dalam pertemuan ini, berkumpul perwakilan Indonesia, Belanda, dan Bijeenkomst vor Federaal Overleg (BFO). BFO adalah negara-negara yang diciptakan oleh Belanda di berbagai kepulauan Indonesia.

Sebelum KMB digelar, ada 3 pertemuan penting yang sudah dijalani Indonesia. Pertemuan-pertemuan tersebut adalah Pertemuan Linggarjati pada 1947, Renville di 1948, dan Roem-Roijen pada 1949. Hasil KMB memutuskan bahwa pihak Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Indonesia (kala itu masih bernama RIS atau Republik Indonesia Serikat). Wilayah RIS yang diakui adalah sebagian Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura. Sementara itu, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu dari negara bagian RIS.

Ada satu fenomena menarik yang terjadi dalam KMB. Demi bisa bebas dan mendapat kedaulatan, Indonesia diharuskan membayar sejumlah uang kepada pemerintah Belanda. Indonesia wajib mengganti rugi dana yang sudah dikeluarkan Belanda untuk agresi selama masa revolusi fisik mulai 1945 hingga 1949. Jumlah yang wajib dilunasi adalah 4,5 miliar gulden. Utang itu kemudian dijadikan imbalan agar Indonesia mendapat pengakuan kedaulatan dari Belanda.



Tokoh-tokoh yang kala itu terlibat dalam KMB, seperti Soekarno dan Muhammad Hatta, mengiyakan tagihan Belanda itu. Menurut sejarawan, Bonnie Triyana, sebagaimana dilansir dari Okezone (15 Oktober 2016), KMB sempat menemui titik deadlock atau kebuntuan. Ketika utang itu disuarakan, Hatta langsung menyanggupinya. Hal terpenting menurut Hatta adalah, Indonesia mendapat pengakuan kedaulatan terlebih dahulu.

Utang itu baru lunas di tahun 2003, ketika Presiden Megawati Soekarnoputri menjabat sebagai presiden. Banyak pihak yang kemudian beranggapan bahwa utang itu adalah pemberian wajib bagi Belanda, karena sudah melepaskan potensi terbesarnya di wilayah Timur.

Diketahui bahwa dana yang digunakan Belanda untuk melakukan agresi tersebut merupakan pinjaman dari Amerika Serikat (AS). Kala itu, AS mencanangkan program Marshall Plan yang menggelontorkan bantuan ke sejumlah negara di Eropa. Belanda adalah salah satu negara yang menikmati bantuan itu. Namun, Indonesia yang harus membayarnya.

Baca juga: Riwayat Pulau Run, Koloni Inggris yang Ditukar Belanda dengan Manhattan New York
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Napi Siegfried Mets...
Napi Siegfried Mets dan Ali Tokman Dipulangkan ke Belanda
Prabowo dan Ratu Máxima...
Prabowo dan Ratu Máxima Bertukar Cenderamata, dari Batik Pekalongan hingga Jersey untuk Bobby
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima Kunjungan Ratu Belanda Maxima di Istana Merdeka
Ratu Belanda Maxima...
Ratu Belanda Maxima Kunjungi Indonesia, Ini Rangkaian Agendanya
Utang Whoosh: Menata...
Utang Whoosh: Menata Ulang Ambisi Infrastruktur Nasional
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Kapal Perang Belanda...
Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Rekomendasi
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
LAZ Abulyatama Indonesia...
LAZ Abulyatama Indonesia Resmikan Cabang LPP Jawa Barat
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved