Mudik di Masa Pemulihan Ekonomi

Senin, 25 April 2022 - 09:36 WIB
loading...
Mudik di Masa Pemulihan...
Candra Fajri Ananda/FOTO.DOK KORAN SINDO
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan RI

Pertumbuhan ekonomi 2022 diprediksi semakin baik dan mendekati level ketika sebelum pandemi terjadi. Kendati demikian, pertumbuhan di kuartal I/2022 ini menghadapi tantangan cukup berat untuk mampu mencapai target pemerintah.

Hal tersebut karena masih lambannya belanja pemerintah dan masih besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Data Kementerian Dalam Negeri menunjukkan bahwa hingga saat ini masih terdapat beberapa daerah yang memiliki capaian realisasi belanja rendah, di antaranya adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Bengkalis, dab Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Di lain sisi, untuk daerah tingkat kota, realisasi yang masih rendah yakni Kota Pekanbaru, Kota Padang Sidempuan, Kota Tangerang, Kota Tegal, Kota Sorong, Kota Sungai Penuh, Kota Pasuruan, dan Kota Cimahi. Selain itu, Laporan Realisasi Angaran (LRA) di sejumlah daerah di Indonesia juga masih menunjukan adanya (SILPA) yang berlebihan. Data menunjukan bahwa rata-rata SILPA provinsi Indonesia masih sebesar Rp20 triliun untuk seluruh provinsi.

Belanja pemerintah, baik pusat maupun daerah, merupakan bagian dari kebijakan fiskal sebagai salah satu wujud intervensi pemerintah dalam perekonomian. Belanja pemerintah dalam bentuk belanja barang, belanja modal, belanja bantuan sosial dan belanja hibah, memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, terlebih di masa pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Belanja pemerintah merupakan tulang punggung utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mampu mendorong belanja pihak swasta. Belanja pemerintah diyakini dapat mendorong bertambahnya uang beredar di tengah masyarakat, sehingga akan mendongkrak daya beli di tingkat rumah tangga. Oleh sebab itu, untuk dapat menggerakkan perekonomian, maka penyerapan belanja pemerintah harus dipercepat dengan tetap menjagagood governancedalam merealisasikan belanja.

Konsumsi rumah tangga hingga kini masih menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (PDB). Secara keseluruhan pada 2021, konsumsi rumah tangga tumbuh progresif sebesar 2,02% setelah terkontraksi 2,63% di 2020. Meski menunjukkan pemulihan, namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan level prapandemi yang berada di kisaran 5%.

Data ini merefleksikan bahwa daya beli masyarakat pada tahun kedua pandemi masih cukup rapuh. Sehingga, pada tahun ini diharapkan pemerintah mampu mengakselerasi konsumsi rumah tangga, salah satunya dengan memanfaatkan momentum mudik lebaran.

Mudik dan Dorongan Pertumbuhan Ekonomi
Tradisi mudik lebaran melekat erat dengan Idul Fitri. Kerinduan pulang kampung menetralisasi kerepotan, bahkan jadi pemanis kemenangan. Mudik merupakan potret dialektikabudaya yang sudah berlangsung berabad-abad. Tradisi mudik ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran akan selalu ada dan terusberlangsung dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia.

Kegiatan mudik dilakukan oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai status ekonomi. Artinya, pelaku kegiatan mudik bukanlah hanya dari kalangan masyarakat ekonomi menengah–bawah saja, tetapi juga dilakukan oleh masyarakat kelompok ekonomi menengah–atas.

Kebijakan pemerintah yang mengizinkan kegiatan mudik Lebaran 2022 saat ini disambut antusias sejumlah pihak. Pasalnya kegiatan mudik yang tidak diperbolehkan selama dua tahun terakhir telah menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia lesu hingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang terkoreksi. Dibukanya mudik lebaran diharapkan dapat mendorong perputaran kembali roda perekonomian nasional menjadi lebih cepat.

Langkah pemerintah melakukan pelonggaran mobilitas dan mengizinkan mudik lebaran tahun ini menjadi peluang besar bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional. Sebab, pelonggaran tersebut, akan berdampak pada peningkatan konsumsi. Pelonggaran akan meningkatkan mobilitas yang akan berujung meningkatnya belanja masyarakat, baik transportasi maupun belanja lainnya seperti makanan dan minuman.

Di sisi lain, pelonggaran mudik juga akan mendorong peningkatan keyakinan para pelaku usaha sehingga investasi pun dapat berpotensi kembali meningkat. Data menunjukkan bahwa pada umumnya pasar lebaran dapat memenuhi hingga 30% kinerja tahunan industri. Oleh sebab itu, melalui peningkatan konsumsi dan investasi, maka perekonomian Indonesia pun kian tepat berada di jalur pemulihan.

Lebih lanjut, keuntungan yang tak luput diperoleh dari fenomena mudik adalah berkaitan dengan reproduksi ekonomi warga di daerah. Mudik juga dapat dilihat sebagai bagian dari proses untuk memulihkan energi produktif. Keuntungan berupa modal sosial, –jaringan ekonomi di antara anggota keluarga maupun handai taulan yang luas,– dapat meningkatkan arus informasi sehingga menciptakan inovasi dan produktivitas melalui kegiatan usaha.

Mudik dan Pembangunan Ekonomi
Di dunia ini, mungkin hanya di Indonesia yang memiliki aktivitas migrasi temporer hingga jutaan penduduk dalam kurun waktu sepekan dalam situasi damai. Tanpa disadari, tradisi ini membawa ikatan kemasyarakatan yang akan menjadi modal sosial dalam membangun ekonomi bangsa.

Modal sosial ini dibangun berdasarkan rasa saling percaya antarindividu yang telah terbentuk dalam waktu lama serta memerlukan proses-proses sosial yang berliku. Terkait hal ini, modal sosial dapat diubah menjadi keunggulan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Jaringan yang luas mampu memberikan menciptakan arus informasi yang murah dan cepat.

Modal sosial merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung tumbuh kembangnya perekonomian secara baik. Modal sosial itu meliputi, kepercayaan, kohesivitas, altruisme, perasaan tidak egois, gotong royong, dan jaringan untuk kolaborasi.

Hasil laporan Bank Dunia menyebutkan bahwa perdagangan pada level makro dipengaruhi oleh modal sosial. Meskipun modal sosial paling umum hadir pada kegiatan ekonomi mikro, namun modal sosial juga berimplikasi pada dampak dari perdagangan, migrasi, reformasi ekonomi, dan integrasi regional. Oleh sebab itu, ikatan modal sosial yang terjalin kembali melalui kegiatan mudik berpotensi menumbuhkan semangat untuk membangun maupun mengembangkan usaha bersama kerabat.

Alhasil, mencermati fenomena mudik bukan hanya dapat dimaknai dalam perspektif sosial budaya tetapi juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi meski hanya berlangsung temporer. Mudik dapat memberi kontribusi positif bagi bergeraknya sektor riil di pedesaan serta menggairahkan usaha kecil menengah yang pada gilirannya pun dapat dapat mendorong pengurangan kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan ekonomi antara kota dan desa. Semoga.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sukses Amankan Mudik...
Sukses Amankan Mudik Lebaran 2026, Kepercayaan Publik ke Polri Melesat ke Peringkat 4 Besar
Survei Indikator: Beragam...
Survei Indikator: Beragam Program Pemerintah Sukses Kawal Mudik 2026
Arus Mudik dan Balik...
Arus Mudik dan Balik 2026 Lancar, Korlantas Polri Raih Presisi Award dari Lemkapi
Tinjau Arus Balik Lebaran...
Tinjau Arus Balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni, Kapolri Pastikan Pemudik Aman-Selamat sampai Tujuan
Sahroni: Kinerja Korlantas...
Sahroni: Kinerja Korlantas Polri dalam Tangani Arus Mudik 2026 Keren, Meski Ada Catatan
Mudik 2026 dan Isu Strategis...
Mudik 2026 dan Isu Strategis Terkait Kependudukan
Kebijakan WFA Berhasil...
Kebijakan WFA Berhasil Urai Kepadatan Mudik hingga 17,94 Persen
Pungli Mobil Derek di...
Pungli Mobil Derek di Tol Semarang-Solo, Jasa Marga Telusuri Oknum Pelaku
Arus Balik 2026, Jasaraharja...
Arus Balik 2026, Jasaraharja Putera Perkuat Pantauan Lintas Gilimanuk-Ketapang
Rekomendasi
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved