Politikus Demokrat Dukung Pernyataan Amien Rais, Minta Luhut Mundur

Selasa, 19 April 2022 - 09:06 WIB
loading...
Politikus Demokrat Dukung...
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani meminta Luhut Pandjaitan mundur dari posisinya sebagai menteri. Foto/Instagram
A A A
JAKARTA - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengamini Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai motor dari gerakan penundaan Pemilu, perpanjangan jabatan Presiden, maupun amendemen UUD 1945 untuk mewujudkan presiden tiga periode. Karena itu, dia meminta Presiden Jokowi untuk bersikap tegas terhadap Luhut.

"Apa yang disampaikan Pak Amien Rais tentang Pak LBP senada dengan aspirasi banyak pihak, termasuk aspirasi emak-emak yang ikut melakukan unjuk rasa pada tanggal 11 April yang lalu. Terang dan tegas dalam spanduk emak-emak yang melakukan aksi demonstrasi meminta Jokowi memecat LBP," ujar Kamhar Lakumani, Senin (18/4/2022).

Baca juga: Amien Rais Ingatkan Jokowi dan Luhut: Jangan Sampai Jadi Musuh Nomor 1 Masyarakat

Sebagai informasi, Amien Rais yang merupakan ketua Majelis Syura Partai Ummat mendesak Luhut untuk mundur. Amien juga menyatakan sudah selayaknya Jokowi memecat Luhut atas manuver-manuvernya yang dianggap tidak pantas sebagai seorang menteri.

Kamhar mengatakan, Partai Demokrat pun berpandangan bahwa Presiden Jokowi seharusnya melakukan tindakan tegas terhadap pembantu-pembantunya yang melakukan manuver terkait wacana dan gerakan penundaan pemilu, perpanjangan masa jabatan presiden dan presiden tiga periode.

"Pak LBP terbaca publik sebagai motor dari gerakan ini, yang menyampaikan klaim big data yang oleh banyak pihak dipelesetkan sebagai big dusta, pengkondisian Ketum Parpol, dan di belakang Apdesi abal-abal (tak berbadan hukum) yang akan mendeklarasikan dukungan Jokowi tiga periode selepas lebaran nanti," ungkap Kamhar.

Oleh sebab itu publik menantikan sikap tegas Pak Jokowi terhadap pembantu-pembantunya yang terlibat pada gerakan politik ini. Kamhar Lakumani mengungkapkan rekam jejak digitalnya begitu banyak. "Karenanya Pak Jokowi mesti mengambil tindakan tegas. Tak bisa melakukan pembiaran begitu saja sekalipun operasi politik ini telah gagal," ujar dia.



Ia melihat sikap Luhut yang menyampaikan pembelaan di hadapan Mahasiswa UI bahwa dia tak pernah menyampaikan wacana tiga periode adalah sebuah ironi.

"Padahal publik sangat memahami bahwa wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden, serta presiden tiga periode ini adalah paket dari gerakan yang sama untuk melanggengkan kekuasaan. Kita berharap LBP mengambil jalan kesatria untuk mundur agar tak menjadi beban," pinta dia.

Apabila sikap kesatria tidak ditunjukkan oleh Luhut, Kamhar meminta Presiden Jokowi mesti berani mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan kewibawaannya yang semakin tergerus.

"Sekali lagi, Pak Jokowi tak bisa melakukan pembiaran kepada pembantu-pembantunya yang melakukan gerakan makar dan terorisme konstitusi. Cukup Partai Demokrat saja yang pernah merasakan pembiaran pada pembantunya yang melakukan aksi begal demokrasi. Tapi rakyat Indonesia jangan diperlakukan seperti itu," pungkas Kamhar.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Masjid Dekat Rumah Amien...
Masjid Dekat Rumah Amien Rais Dapat Kiriman Sapi Kurban dari Pak TIW saat Iduladha
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved