Mengapa Gus Dur Dijuluki Bapak Pluralisme? Alasannya Bikin Salut se-Indonesia
Selasa, 19 April 2022 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Gus Dur saat menjabat presiden mencabut mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China. Inpres yang dibuat Orde Baru di bawah Pemerintahan Soeharto itu melarang segala hal berbau Tionghoa di antaranya Imlek.
Baca: Bapak Proklamasi, Julukan Presiden Pertama RI Soekarno
Inpres bikinan Pemerintahan Soeharto itu dicabut dengan terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000. Semenjak itu, masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia hingga kini bisa mendapatkan kebebasan merayakan Tahun Baru Imlek.
Gus Dur juga meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (libur hanya bagi yang merayakannya) melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2001 tertanggal 9 April 2001. Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada 2002 dan dimulai pada 2003.
Presiden yang juga dikenal dengan slogan “Gitu Aja Kok Repot” ini lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940. Gus Dur menjadi presiden keempat Indonesia menggantikan BJ Habibie pada 20 Oktober 1999. Masa jabatan Gus Dur berakhir hingga 23 Juli 2001.
Dalam setiap pembicaraan, Gus Dur selalu terlihat santai dan bersahaja. Adapun karier politiknya berawal ketika keterlibatannya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur mengembuskan napas terakhirnya pada 30 Desember 2009 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Tidak sedikit juga tokoh yang mengidolakan sosok Gus Dur. Salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di mata Ganjar, Gus Dur adalah sosok negarawan yang sangat tenang dalam menghadapi setiap persoalan.
Baca: Bapak Proklamasi, Julukan Presiden Pertama RI Soekarno
Inpres bikinan Pemerintahan Soeharto itu dicabut dengan terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000. Semenjak itu, masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia hingga kini bisa mendapatkan kebebasan merayakan Tahun Baru Imlek.
Gus Dur juga meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (libur hanya bagi yang merayakannya) melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2001 tertanggal 9 April 2001. Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri pada 2002 dan dimulai pada 2003.
Presiden yang juga dikenal dengan slogan “Gitu Aja Kok Repot” ini lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940. Gus Dur menjadi presiden keempat Indonesia menggantikan BJ Habibie pada 20 Oktober 1999. Masa jabatan Gus Dur berakhir hingga 23 Juli 2001.
Dalam setiap pembicaraan, Gus Dur selalu terlihat santai dan bersahaja. Adapun karier politiknya berawal ketika keterlibatannya di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Gus Dur mengembuskan napas terakhirnya pada 30 Desember 2009 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Tidak sedikit juga tokoh yang mengidolakan sosok Gus Dur. Salah satunya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di mata Ganjar, Gus Dur adalah sosok negarawan yang sangat tenang dalam menghadapi setiap persoalan.
Lihat Juga :