Dilaporkan ke Bareskrim, Owner EA Copet Tegaskan Tidak Ada Penipuan

Senin, 18 April 2022 - 20:12 WIB
loading...
Dilaporkan ke Bareskrim,...
Owner Trading EA Copet Riki Solpan memastikan tidak ada penipuan dalam robot tradingnya. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Owner Trading EA Copet Riki Solpan membantah bila mesin tradingnya seperti Binomo dan Binary Option. Menurutnya mesin trading ini hadir secara natural. Terlebih dirinya juga merupakan seorang trader yang telah bermain sejak 2010 lalu.

"EA Copet berbeda dengan robot lain yang lagi viral saat ini. Trading di EA Copet fokus di produk Gold bukan Binary Option yang sudah dicap sebagai judi. Selain itu EA Copet bukan skema ponzi dan MLM," katanya.

EA Copet real trade memastikan tidak ada penipuan. Sebab robot trading ini dilakukan secara transparan dan jelas tertera baik di SOP ataupun di QNA EA COPET "EA Copet murni loss di market. Saya memberikan solusi untuk recovery setelah loss," katanya.

Baca juga: Pacar dan Calon Mertua Indra Kenz Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Selain itu, SOP EA Copet jelas adanya kesiapan risiko dan tidak akan menuntut baik secara perdata maupun pidana jika terjadi risiko. Menanggapi banyaknya laporan ke Bareskrim, Riki menjelaskan bila para pelapor sudah lebih dahulu menarik modal dan profit dengan demikian dia bukan sebagai korban kerugian.

Termasuk proses Depo dan WD sampai detik ini masih berjalan. Riki mengaku dirinya bukan penyelenggara dan tidak sepantasnya dipolisikan. Terlebih dirinya juga broker dalam negeri.

Baca juga: Polisi Segera Terbitkan Red Notice 3 Buronan Kasus DNA Pro

"Jika saya ditersangkakan pengumpulan dana, ingat ya, saya bukan penyelenggara, broker bukan punya saya dan payment juga bukan punya saya. Itu semua kendali broker. Rekening saya normal, tidak ada aliran dana puluhan atau ratusan miliar. Bisa di cek mutasi rekening saya. Murni yang saya dapatkan hanya dari komisi. Dan setelah loss pun saya tidak mendapatkan apa-apa. Broker yang digunakan EA Copet juga banyak digunakan oleh trader lain," tuturnya.

Riki menambahkan, pihaknya membenahi broker lokal sehingga fasilitasnya minimal sama dengan broker luar. ”Saya juga meminta mereka memahami risiko sebelum melakukan trading seperti SOP EA Copet yang menjelaskan risikonya. Jangan hanya siap untung tapi tidak siap rugi,” katanya.

Riki berharap dengan klarifikasi ini semua pihak dapat mengerti dan tidak mengambil kesimpulan sendiri tentang EA Copet dan pihak kepolisian dapat lebih jeli lagi dalam melakukan penyidikan. ”Keputusan apa pun yang diambil oleh pihak kepolisian bukan berdasarkan public opinion, bukan berdasarkan karena kasus robot ini viral, tapi berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan," tutupnya.

Sebelumnya, aplikasi robot trading bernama EA Copet dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait kasus investasi bodong. EA Copet diduga telah merugikan para member-nya hingga USD39 juta atau setara Rp557 miliar.

"Atas dugaan penipuan dalam investasi bodong dalam aplikasi EA Copet. Di mana di sini total kerugiannya adalah 39 juta USD," kata pendamping korban, Charlie Wijaya, di Mabes Polri pada Rabu, 16 Maret 2022.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
17 Pati dan Pamen Dimutasi...
17 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Bareskrim, Ada Irjen Pol hingga Kombes
Profil Kombes Pol M...
Profil Kombes Pol M Arsal, Perwira Bareskrim yang Masuk Tiga Besar Hoegeng Awards
Bareskrim Polri Pastikan...
Bareskrim Polri Pastikan Blackout Sumatera Akibat Cuaca Buruk Bukan Sabotase
Penampakan AKP Deky...
Penampakan AKP Deky yang Ditahan di Rutan Bareskrim Terkait Kasus Narkoba
Aliansi 40 Ormas Islam...
Aliansi 40 Ormas Islam yang Laporkan Ade Armando Cs Siap Hadirkan Saksi dan Ahli Terkait Ceramah JK
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
Rekomendasi
Kang Cucun Gelar Pasar...
Kang Cucun Gelar Pasar Murah di Desa Ciheulang Ciparay
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Berita Terkini
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Wali Kota Agustina Tegaskan...
Wali Kota Agustina Tegaskan Kerukunan Jadi Kekuatan Utama Membangun Kota Semarang
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved