AHY: Masyarakat Rindu Era Kepemimpinan SBY
Senin, 18 April 2022 - 10:58 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa masyarakat merindukan kepemimpinan seperti di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) menyatakan bahwa masyarakat merindukan kepemimpinan seperti di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY ). Mereka merindukan kedamaiaan dalam kehidupan bermasyarakat, kebebasan, dan demokrasi yang berkeadaban.
Harapan masyarakat ini didapatkan selama AHY melaksanakaan Safari Ramadhan 2022 selama dua pekan terakhir melintasi empat Provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan NTB.
"Mereka merindukan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mereka merindukan kebebasan dan demokrasi yang berkeadaban. Mereka merindukan keadilan yang tegak dan tidak berpihak di negeri ini," kata AHY dalam keterangan pers yang diterima Senin (18/4/2022).
Menurutnya, rakyat merindukan masa-masa dulu ketika Presiden SBY memimpin dan Partai Demokrat sebagai the ruling party. AHY mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini mengeluhkan persoalan ekonomi, di mana kebutuhan hidup masyarakat dari ekonomi ke bawah semakin terhimpit dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi.
Harapan masyarakat ini didapatkan selama AHY melaksanakaan Safari Ramadhan 2022 selama dua pekan terakhir melintasi empat Provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan NTB.
"Mereka merindukan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Mereka merindukan kebebasan dan demokrasi yang berkeadaban. Mereka merindukan keadilan yang tegak dan tidak berpihak di negeri ini," kata AHY dalam keterangan pers yang diterima Senin (18/4/2022).
Menurutnya, rakyat merindukan masa-masa dulu ketika Presiden SBY memimpin dan Partai Demokrat sebagai the ruling party. AHY mengungkapkan bahwa masyarakat saat ini mengeluhkan persoalan ekonomi, di mana kebutuhan hidup masyarakat dari ekonomi ke bawah semakin terhimpit dengan kenaikan harga kebutuhan pokok dan energi.
Lihat Juga :