Pancasila Jangan Jadi Ideologi Tertutup dan Ditafsirkan Tunggal seperti Orba

Jum'at, 19 Juni 2020 - 08:59 WIB
loading...
Pancasila Jangan Jadi...
Direktur PPIM UIN Jakarta, Ali Munhanif menyatakan jika diamati secara seksama dalam dua pekan terakhir ini sepertinya problem negara yang sudah disepakati selesai tampaknya belum berakhir. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, Ali Munhanif menyatakan, jika diamati secara seksama dalam dua pekan terakhir ini sepertinya problem negara yang sudah disepakati selesai tampaknya belum berakhir.

Hal ini dikatakan Ali menyikapi polemik Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) saat menjadi narasumber webinar Megawati Institute bertema 'Pancasila dalam Tindakan Politik' Kamis 18 Juni 2020. Pemerintah dalam polemik ini sudah mengambil keputusan untuk menunda pembahasan. (Baca juga: Bantah Tudingan Menjilat, Arief Poyuono: Saya Ini Pendukung Sejatinya Jokowi)

Menurut Ali, jika melihat dinamikanya ada dua aspek yang turut meramaikan perdebatan ini yakni, adanya kelompok tertentu yang tak membangun kepercayaan dan kelompok yang lain curiga karena seolah-olah berbeda dengan rezim dianggap radikal.

"Maka saya mencatat, rencana untuk melakukan legislasi dalam desiminasi Pancasila sebenarnya hal positif saja. Positif dalam pengertian, upaya-upaya untuk mendorong Pancasila sebagai norma dalam bernegara dan berbangsa itu tetap saja bisa dilakukan," jelasnya.

Dekan FISIP UIN Jakarta ini menjelaskan yang menjadi masalah sekarang ini adalah kurangnya dialog antara kelompok politik yang memelopori legislasi ini dengan kekuatan-kekuatan lain khususnya yang berada di luar rezim.

Padahal menurut Ali, semua pihak tidak perlu atau bahkan perlu menghindari untuk melakukan diseminasi Pancasila dengan cara-cara Orde Baru yang memberi ruang tunggal dan penafsiran yang tertutup tentang Pancasila. "Seolah-olah di luar Orde Baru maka dia anti Pancasila," katanya.(Info Grafis: Ini Isi RUU HIP yang Memicu Kontroversi dan Ditolak Ramai-Ramai )

Menurutnya, jika hal itu yang dilakukan maka mengandung risiko terhadap eksistensi Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila disebutnya menjadi tertutup karena ada intitusi tunggal yang merasa berhak menafsirkannya dan akhirnya muncul stigmaisasi negatif di tengah masyarakat.

"Di situlah yang saya lakukan semacam kritisisme terhadap langkah DPR yang saat ini membuat legislasi tentang Haluan Pancasila. Harus diberi rambu-rambu. Jangan sampai ideologi Pancasila menjadi ideologi tertutup," tuturnya.

Ali menganggap keputusan pemerintah untuk menunda pembahasan RUU HIP sebenarnya momentum yang tepat bagi para wakil rakyat di Senayan untuk membuka kembali ruang diskursus bersama seluruh komponen bangsa dan menempatkan Pancasila di level yang terhormat. (Baca juga: Lepas Tangan soal RUU HIP, PDIP Geram Sikap Sejumlah Fraksi)

"Karena kalau itu terjadi, maka kita tidak mengambil langkah mundur, dari apa yang di lakukan Orde Baru secara tidak pas untuk mengawal demokrasi ini ke dalam mengawal Pancasila untuk masuk kebijakan-kebijakan itu," pungkas dia.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BPIP Ajukan Tambahan...
BPIP Ajukan Tambahan Anggaran Rp370 Miliar untuk 2027
Shanty Alda Nathalia...
Shanty Alda Nathalia Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan Bangsa di Hari Lahir Pancasila
BPIP: Kembalikan Koperasi...
BPIP: Kembalikan Koperasi ke Khitah Ekonomi Pancasila
Pengamat Dorong Densus...
Pengamat Dorong Densus 88 Selidiki Profil Keluarga 68 Anak yang Terpapar Ideologi Ekstrem
Dukung Soeharto Jadi...
Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Relawan Exponen 08: Jasanya Dirasakan Rakyat
Kemenko Polkam: Sinergi...
Kemenko Polkam: Sinergi Lintas Sektor Kunci Perkuat Nilai-nilai Pancasila
UP Bentuk LPIP untuk...
UP Bentuk LPIP untuk Kawal Implementasi Nilai Pancasila di Kampus
BPIP Apresiasi Pemkab...
BPIP Apresiasi Pemkab Banyumas Buat Perda Pendidikan Pancasila
BPIP Gandeng LPM Riau...
BPIP Gandeng LPM Riau Perkuat Nilai-nilai Pancasila di Masyarakat
Rekomendasi
Kemenkop dan Rumah Energi...
Kemenkop dan Rumah Energi Dorong Koperasi Jadi Motor Transisi Energi
Plaza Seremoni IKN Karya...
Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap Internasional MLAA 2026
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Berita Terkini
Cerita Roy Suryo Tidak...
Cerita Roy Suryo Tidak Ditahan Kejaksaan: Tak Ada Larangan Tampil di Podcast
PAMA Group Tanam 2.000...
PAMA Group Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Semarang: 'Jadi Benteng Alami dari Perubahan Iklim'
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved