Cak Imin: Kita Harus Jadi Bangsa Adidaya Bukan Jajahan
Jum'at, 15 April 2022 - 20:02 WIB
loading...
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan bangsa Indonesia harus menjadi bangsa adidaya. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan bangsa Indonesia harus menjadi bangsa adidaya. Cak Imin menegaskan Indonesia bukanlah bangsa jajahan global.
Cak Imin melihat, saat ini Indonesia terus menghadapi tantangan global yang tidak mudah. Di mana Indonesia selalu menjadi ajang perebutan yang sangat menarik bagi para pemain seluruh dunia.
"Baik itu pemain ekonomi, pemain ideologi dan juga pasar di dalam menjual produk-produk globalnya," kata Cak Imin saat mengisi acara Webinar Ditjen IKP Kominfo dengan tema 'Media Digital: Upaya Memperkuat Karakter Bangsa & Bela Negara', Jumat (15/4/2022).
Baca juga: Madrasah Lenyap dari Draf RUU Sisdiknas, Gus Muhaimin: Negara Tak Boleh Kebiri Jasa Ulama
Menurut Cak Imin, hal itu dikarenakan, Indonesia mempunyai penduduk yang besar. Selain itu juga karena mempunyai wilayah yang luas serta sumber daya alam yang sangat kaya. "Inilah tantangan kita sehingga banyak ideologi yang masuk antinasionalis, banyak ideologi-ideologi yang masuk, yang memecah belah persatuan kita," jelasnya.
Cak Imin melihat, saat ini Indonesia terus menghadapi tantangan global yang tidak mudah. Di mana Indonesia selalu menjadi ajang perebutan yang sangat menarik bagi para pemain seluruh dunia.
"Baik itu pemain ekonomi, pemain ideologi dan juga pasar di dalam menjual produk-produk globalnya," kata Cak Imin saat mengisi acara Webinar Ditjen IKP Kominfo dengan tema 'Media Digital: Upaya Memperkuat Karakter Bangsa & Bela Negara', Jumat (15/4/2022).
Baca juga: Madrasah Lenyap dari Draf RUU Sisdiknas, Gus Muhaimin: Negara Tak Boleh Kebiri Jasa Ulama
Menurut Cak Imin, hal itu dikarenakan, Indonesia mempunyai penduduk yang besar. Selain itu juga karena mempunyai wilayah yang luas serta sumber daya alam yang sangat kaya. "Inilah tantangan kita sehingga banyak ideologi yang masuk antinasionalis, banyak ideologi-ideologi yang masuk, yang memecah belah persatuan kita," jelasnya.
Lihat Juga :