Mudik Lebaran, Wapres: Hati-hati Jangan Sampai Bawa Virus saat Pulang Kampung
Kamis, 14 April 2022 - 16:15 WIB
loading...
Wapres Ma’ruf Amin meminta masyarakat tetap hati-hati tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) saat pulang ke kampung halaman pada saat mudik Lebaran 2022 mendatang. Foto/Setneg
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta masyarakat tetap hati-hati tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) saat pulang ke kampung halaman pada saat mudik Lebaran 202 2 mendatang.
Wapres mengatakan situasi pandemi sudah mulai menurun maka untuk tahun ini pemerintah akan memberikan kelonggaran untuk memperbolehkan masyarakat mudik Lebaran. Baca juga: Wapres Ngevlog Bareng Menparekraf Kampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia
“Tetapi karena pandeminya belum hilang kepada masyarakat supaya tetap hati-hati. Pertama tentu jangan lepas protokol kesehatan terutama masker tidak boleh lepas,” tegas Wapres disela kunjungan kerja di Aceh, Kamis (14/4/2022).
Wapres mengatakan diperkirakan orang yang akan mudik mencapai 70 sampai 80 juta. “Nah ini usahakan supaya berhati-hati karena mereka pulang kampung di sana itu ada orang tua, ada orang sakit, ada anak-anak, jangan sampai kita membawa Covid-19 di daerah terkena orang tanya atau misalkan anak-anak dan masyarakat lainnya.”
Wapres mengatakan situasi pandemi sudah mulai menurun maka untuk tahun ini pemerintah akan memberikan kelonggaran untuk memperbolehkan masyarakat mudik Lebaran. Baca juga: Wapres Ngevlog Bareng Menparekraf Kampanyekan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia
“Tetapi karena pandeminya belum hilang kepada masyarakat supaya tetap hati-hati. Pertama tentu jangan lepas protokol kesehatan terutama masker tidak boleh lepas,” tegas Wapres disela kunjungan kerja di Aceh, Kamis (14/4/2022).
Wapres mengatakan diperkirakan orang yang akan mudik mencapai 70 sampai 80 juta. “Nah ini usahakan supaya berhati-hati karena mereka pulang kampung di sana itu ada orang tua, ada orang sakit, ada anak-anak, jangan sampai kita membawa Covid-19 di daerah terkena orang tanya atau misalkan anak-anak dan masyarakat lainnya.”
Lihat Juga :