Kebijakan Kementerian dan Lembaga dalam Konsep New Normal Harus Terintegrasi
Kamis, 18 Juni 2020 - 18:03 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Daniel, impor terhadap ketiga bahan pangan itu perlu dilakukan karena produksi yang ada tidak bisa memenuhi konsumsi lokal. Namun demikian, Daniel memperkirakan impor ketiga bahan pangan itu tidak akan mengakibatkan gejolak harga.
"Kami pantau sejak awal Ramadhan, masa pandemi Corona hingga New Normal tidak ada gejolak harga 11 atau 13 bahan pangan," jelasnya. (Baca juga: Pandemi Covid-19 Momentum Benahi Jaminan Kesehatan Nasional)
Diakuinya sempat terjadi gejolak harga pangan saat harga gula pasir melonjak menjadi Rp14.000-Rp14.500 per kilogram. Demikian juga harga bawang putih yang mencapai Rp35.000-an.
Namun saat ini, lanjut Daniel sudah relatif stabil. Hal itu tercapai karena kerja sama antara K/L (kementerian/lembaga) yang bergerak di bidang pangan sudah maksimal baik sebelem maupun selama masa pandemi Corona hingga New Normal.
"Kami punya desk yang memantau setiap hari perkembangan 13 harga bahan pangan. Kami lakukan intervensi jika terjadi gejolak," terang Daniel.
"Kami pantau sejak awal Ramadhan, masa pandemi Corona hingga New Normal tidak ada gejolak harga 11 atau 13 bahan pangan," jelasnya. (Baca juga: Pandemi Covid-19 Momentum Benahi Jaminan Kesehatan Nasional)
Diakuinya sempat terjadi gejolak harga pangan saat harga gula pasir melonjak menjadi Rp14.000-Rp14.500 per kilogram. Demikian juga harga bawang putih yang mencapai Rp35.000-an.
Namun saat ini, lanjut Daniel sudah relatif stabil. Hal itu tercapai karena kerja sama antara K/L (kementerian/lembaga) yang bergerak di bidang pangan sudah maksimal baik sebelem maupun selama masa pandemi Corona hingga New Normal.
"Kami punya desk yang memantau setiap hari perkembangan 13 harga bahan pangan. Kami lakukan intervensi jika terjadi gejolak," terang Daniel.
Lihat Juga :