Kajian dan Kepemimpinan Strategis Jadi Karakter Utama Lemhannas
Senin, 11 April 2022 - 16:13 WIB
loading...
A
A
A
Andi menyadari bahwa Lemhannas tidak sanggup apabila melakukan sosialisasi kebangsaan hingga level pedesaan, karena banyaknya jumlah penduduk di Indonesia. Namun, Lemhannas menyadari hal tersebut memang perlu untuk dilakukan.
“Kebutuhan-kebutuhan itu nyata, tapi kami juga kalau dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan itu yang bisa kami lakukan sangat kecil di level atas. Apalagi kalau kemudian kebutuhannya bahasa dewanya Lemhannas tentang ketahanan nasional itu bisa lebih masuk,” tuturnya.
Dia menuturkan, Lemhannas bukan fokus pada pendidikan pemerataan ke bawah, namun hal itu juga penting dilakukan. Maka itu, Lemhannas berupaya mencari mitra untuk berkolaborasi. “Kami fokus di sana tapi di bawah dipegang oleh siapa, kolaborasi dengan siapa,” kata Andi.
Baca: Pemerintah Aceh Gelar Diskusi dengan Peserta PPRA Lemhanas
Sependapat dengan Andi, Sekretaris Utama Lemhannas Komjen Pol Purwadi Arianto mengatakan bahwa menciptakan pimpinan strategis itu melangit, tapi kadang-kadang juga nilai-nilai kebangsaan itu membumi. Menurutnya, permintaan yang begitu banyak membuat Lemhannas kewalahan dan salah satu caranya adalah berkolaborasi dengan MNC, salah satunya dengan gebyar kebangsaan.
“Kebutuhan-kebutuhan itu nyata, tapi kami juga kalau dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan itu yang bisa kami lakukan sangat kecil di level atas. Apalagi kalau kemudian kebutuhannya bahasa dewanya Lemhannas tentang ketahanan nasional itu bisa lebih masuk,” tuturnya.
Dia menuturkan, Lemhannas bukan fokus pada pendidikan pemerataan ke bawah, namun hal itu juga penting dilakukan. Maka itu, Lemhannas berupaya mencari mitra untuk berkolaborasi. “Kami fokus di sana tapi di bawah dipegang oleh siapa, kolaborasi dengan siapa,” kata Andi.
Baca: Pemerintah Aceh Gelar Diskusi dengan Peserta PPRA Lemhanas
Sependapat dengan Andi, Sekretaris Utama Lemhannas Komjen Pol Purwadi Arianto mengatakan bahwa menciptakan pimpinan strategis itu melangit, tapi kadang-kadang juga nilai-nilai kebangsaan itu membumi. Menurutnya, permintaan yang begitu banyak membuat Lemhannas kewalahan dan salah satu caranya adalah berkolaborasi dengan MNC, salah satunya dengan gebyar kebangsaan.
Lihat Juga :