Di Acara Sinau Bareng Cak Nun, Puan Diminta Jaga Indonesia
Senin, 11 April 2022 - 13:25 WIB
loading...
Cak Nun dalam acara buka puasa yang digelar PDIP di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2022). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Muhammad Ainun Nadjib alias Cak Nun meminta Ketua DPR Puan Maharani untuk menjaga Indonesia serta mengayomi seluruh rakyat. Menurutnya, Indonesia merupakan pusat kemakmuran dunia.
"Mbak Puan tolong temukan cara untuk mengayomi rakyat. Bermacam cara untuk mengayomi semua pihak di Indonesia. Pokoknya Anda mengayomi terus," kata Cak Nun dalam acara buka puasa yang digelar PDIP di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2022). "Indonesia itu pusat kemakmuran dunia mari kita jaga bersama," sambungnya.
Cak Nun menyinggung PDIP yang sudah berkali-kali memenangi pemilu dan kini masih menjadi partai penguasa. Ia menilai, sebagai partai penguasa sudah semestinya PDIP menjadi partai yang mengayomi masyarakat. Cak Nun bahkan berseloroh huruf P terakhir dalam PDIP sudah tidak tepat diakronimkan sebagai Perjuangan, melainkan Pengayoman.
"Jadi, sudah beberapa kali menang. PDI sudah tidak tepat berjuang lagi. Tidak Perjuangan lagi. Yang tepat PDI Pengayoman. Jadi, partai ini mengayomi seluruh rakyat Indonesia karena sudah berkuasa," kata Cak Nun.
Dalam kesempatan itu, Cak Nun juga sempat bicara soal sikap politiknya. Ia menegaskan kehadirannya di acara buka puasa bersama kader PDIP itu bukan berarti ia adalah bagian dari partai berlambang banteng. Ia mengaku bersedia hadir atas undangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri karena meyakini acara yang digelar adalah untuk kepentingan rakyat.
"Jadi bukan acara untuk kepentingan politik praktis dan kekuasaan. Ini untuk rakyat Indonesia," katanya.
"Mbak Puan tolong temukan cara untuk mengayomi rakyat. Bermacam cara untuk mengayomi semua pihak di Indonesia. Pokoknya Anda mengayomi terus," kata Cak Nun dalam acara buka puasa yang digelar PDIP di Masjid At Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (10/4/2022). "Indonesia itu pusat kemakmuran dunia mari kita jaga bersama," sambungnya.
Cak Nun menyinggung PDIP yang sudah berkali-kali memenangi pemilu dan kini masih menjadi partai penguasa. Ia menilai, sebagai partai penguasa sudah semestinya PDIP menjadi partai yang mengayomi masyarakat. Cak Nun bahkan berseloroh huruf P terakhir dalam PDIP sudah tidak tepat diakronimkan sebagai Perjuangan, melainkan Pengayoman.
"Jadi, sudah beberapa kali menang. PDI sudah tidak tepat berjuang lagi. Tidak Perjuangan lagi. Yang tepat PDI Pengayoman. Jadi, partai ini mengayomi seluruh rakyat Indonesia karena sudah berkuasa," kata Cak Nun.
Dalam kesempatan itu, Cak Nun juga sempat bicara soal sikap politiknya. Ia menegaskan kehadirannya di acara buka puasa bersama kader PDIP itu bukan berarti ia adalah bagian dari partai berlambang banteng. Ia mengaku bersedia hadir atas undangan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri karena meyakini acara yang digelar adalah untuk kepentingan rakyat.
"Jadi bukan acara untuk kepentingan politik praktis dan kekuasaan. Ini untuk rakyat Indonesia," katanya.
Lihat Juga :